Kredit Foto: Agrinas
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki kerja sama pengembangan bioetanol dan biodiesel sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu proyek yang disiapkan adalah pengembangan kawasan budidaya singkong seluas sekitar 33.000 hektare di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk memasok pabrik bioetanol berkapasitas hingga 300 kiloliter per hari (KLPD).
Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Pusat Agrinas Palma Nusantara, Jakarta, pada Senin (27/7), sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 yang menugaskan Agrinas Palma Nusantara mendukung percepatan swasembada pangan dan energi melalui pengembangan sektor pertanian beserta hilirisasinya.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan pengembangan biofuel menjadi bagian dari strategi membangun industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
“Pengembangan biofuel tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian melalui hilirisasi. Kolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedua perusahaan sehingga terbentuk ekosistem biofuel yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Abdul Ghani.
Dalam pembahasan tersebut, Agrinas Palma Nusantara memaparkan rencana pembangunan ekosistem biofuel yang meliputi pengembangan kawasan budidaya singkong sebagai bahan baku bioetanol serta rencana reaktivasi fasilitas biodiesel milik PT Bayas Biofuels.
Sementara itu, Pertamina Power Indonesia menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti peluang kerja sama melalui penyusunan studi kelayakan, pembagian peran, serta penyusunan model bisnis sebagai dasar implementasi proyek.
Proyek budidaya singkong di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan utama bagi pabrik bioetanol. Kawasan tersebut dinilai memiliki dukungan infrastruktur logistik yang memadai karena berjarak sekitar 6,5 kilometer dari jetty dan memiliki akses sungai yang dapat melayani operasional tongkang hingga 5.000 ton.
Selain itu, karakteristik lahan yang didominasi dataran dinilai memungkinkan penerapan sistem budidaya modern dan mekanisasi, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, serta memperkuat efisiensi rantai pasok bioetanol.
“Agrinas Palma Nusantara memiliki mandat untuk mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap proses penyusunan studi kelayakan hingga implementasi proyek dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional,” tambah Abdul Ghani.
Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia John Anis mengatakan perseroan melihat kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Baca Juga: Agrinas-Pertamina Garap Proyek Bioetanol Raksasa, 33.000 Hektare Lahan Singkong Disiapkan
Baca Juga: Bayar Angsuran Pinjaman Agrinas ke Himbara, Pemerintah Targetkan Verifikasi KDKMP Selesai Agustus
“Kami melihat sinergi ini sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem biofuel nasional. PT Pertamina Power Indonesia siap menindaklanjuti pembahasan bersama Agrinas Palma Nusantara melalui penyusunan studi kelayakan dan skema kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus mendukung program strategis pemerintah,” ujar John Anis.
Ke depan, kedua BUMN akan melanjutkan pembahasan melalui penyusunan studi kelayakan dan skema kerja sama sebelum proyek memasuki tahap implementasi. Selain pengembangan bioetanol, sinergi tersebut juga mencakup rencana reaktivasi fasilitas biodiesel untuk memperkuat pasokan energi terbarukan dan mendukung hilirisasi sektor pertanian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: