- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Agrinas-Pertamina Garap Proyek Bioetanol Raksasa, 33.000 Hektare Lahan Singkong Disiapkan
Kredit Foto: Kementerian ESDM
Pemerintah mulai menyiapkan proyek bioetanol skala besar di Kalimantan Timur sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional. Sebanyak 33.000 hektare lahan singkong di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, diproyeksikan menjadi pemasok utama bahan baku bioetanol.
Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung operasional pabrik bioetanol berkapasitas hingga 300 kiloliter per hari (KLPD). Lokasinya juga dinilai strategis karena hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari jetty dan memiliki akses sungai yang dapat melayani tongkang hingga 5.000 ton.
Di atas proyek besar itu, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia resmi memperkuat kerja sama pengembangan biofuel nasional. Kolaborasi ini mencakup pengembangan bioetanol berbasis singkong sekaligus penguatan rantai pasok biodiesel.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan sinergi kedua perusahaan diharapkan mampu membentuk ekosistem biofuel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menyasar kemandirian energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian nasional.
"Kolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedua perusahaan sehingga terbentuk ekosistem biofuel yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Ghani dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 yang menugaskan Agrinas Palma Nusantara mendukung percepatan swasembada pangan dan energi melalui sektor pertanian beserta hilirisasinya. Untuk mengeksekusi mandat tersebut, Agrinas dan Pertamina telah menggelar pembahasan khusus terkait pembangunan ekosistem biofuel nasional.
Selain proyek bioetanol, kedua perusahaan juga menyiapkan langkah untuk mereaktivasi fasilitas biodiesel PT Bayas Biofuels. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus memanfaatkan kembali aset industri yang sudah ada.
Agrinas menilai karakteristik lahan di Kutai Kartanegara mendukung penerapan budidaya singkong modern dan mekanisasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Dengan sistem produksi yang lebih modern, rantai pasok bioetanol diharapkan menjadi lebih kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan industri energi dalam negeri. Singkong juga diposisikan sebagai komoditas strategis karena dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar dibanding hanya dijual sebagai bahan mentah.
Baca Juga: Bayar Angsuran Pinjaman Agrinas ke Himbara, Pemerintah Targetkan Verifikasi KDKMP Selesai Agustus
Di sisi lain, Pertamina Power Indonesia menyatakan siap menindaklanjuti hasil pembahasan bersama Agrinas melalui penyusunan studi kelayakan, pembagian peran, dan model bisnis proyek. Tahap tersebut menjadi langkah awal sebelum proyek masuk ke fase implementasi.
Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, John Anis, menilai sinergi ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem biofuel nasional yang lebih kuat. Ia menegaskan pihaknya siap mempercepat proses persiapan proyek agar dapat segera direalisasikan.
"PT Pertamina Power Indonesia siap menindaklanjuti pembahasan bersama Agrinas Palma Nusantara melalui penyusunan studi kelayakan dan skema kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus mendukung program strategis pemerintah," ujar John Anis.
Agrinas berharap proses penyusunan studi kelayakan hingga implementasi proyek dapat berjalan lebih cepat. Percepatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: