Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Hanya Piala, Prabowo Siapkan Insentif Rp150 Miliar untuk Kota Terbersih

        Tak Hanya Piala, Prabowo Siapkan Insentif Rp150 Miliar untuk Kota Terbersih Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto berencana memberikan insentif hingga Rp150 miliar bagi daerah yang berhasil menjadi kota terbersih di Indonesia. Skema tersebut disiapkan sebagai upaya mendorong pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan sampah.

        Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merancang program pemberian insentif tersebut.

        Dalam konsep yang disampaikannya, lima kota terbersih akan menerima insentif masing-masing Rp20 miliar. Sementara lima kota berikutnya akan memperoleh Rp10 miliar per daerah.

        "Kita kasih nanti insentif. Kota terbersih kalau bisa Rp20 miliar. Lima kota terbersih Rp20 miliar, lima kota yang di bawahnya Rp10 miliar dan sebagainya," ujar Prabowo dalam acara Akad Massal 62.000 unit KPR Bersubsidi yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

        Menurut Prabowo, penghargaan dalam bentuk dana akan jauh lebih bermanfaat dibanding hanya memberikan piala kepada daerah pemenang. Dana tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membeli truk sampah, ekskavator, maupun peralatan lain yang mendukung pengelolaan sampah.

        "Lebih baik dikasih itu kan daripada kita kasih piala. Pasti uang itu dipakai buat hal baik. Dia bakal cari truk, ekskavator, dan sebagainya," ujarnya.

        Prabowo menilai pendekatan insentif dapat menjadi pemicu lahirnya kompetisi positif antardaerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

        Selain menyiapkan penghargaan bagi kota terbersih, Prabowo juga meminta kepala daerah bersama aparat keamanan turun langsung mengawasi kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

        Ia menginstruksikan para pemimpin daerah untuk meluangkan waktu setidaknya satu jam setiap hari berkeliling memantau kebersihan serta menegur warga atau pelaku usaha yang mengabaikan kebersihan lingkungan.

        "Jadi keliling di depan, jadi pemimpin bersama rakyat. Lihat kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya, toko yang nggak mau jaga kebersihan tegur," kata Prabowo.

        Baca Juga: Dulu Janjikan 400 Fakultas Kedokteran, Mahfud MD Minta DPR Ingatkan Prabowo Soal URI

        Tak hanya itu, Presiden juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di pemerintah daerah, pekerja BUMN, hingga masyarakat meluangkan waktu sekitar satu hingga dua jam setiap pagi untuk membersihkan lingkungan.

        Prabowo menegaskan persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama karena mencerminkan martabat bangsa.

        "Ini saya serius, sampah adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok. Ini tantangan kita semua," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: