IMF Pangkas Ekonomi Global, OJK Ungkap Investasi AI Justru Diprediksi Jadi Penyelamat
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan investasi artificial intelligence (AI) bisa menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan ekonomi global di tengah meningkatnya tekanan akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3% akibat dampak perang yang berkepanjangan. Meski demikian, investasi AI dinilai berpotensi menjadi faktor penyeimbang terhadap risiko tersebut.
"Namun, perkembangan investasi AI menjadi upside risk yang menyeimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi global," ujar Friderica dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026, Selasa (4/8/2026).
Friderica atau yang biasa disapa Kiki menilai tekanan perekonomian global masih dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Terlebih, pada awal Juli konflik semakin memanas yang akhirnya mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Ditambah lagi, kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap 60 negara mitra dagang juga dinilai memperbesar tekanan terhadap perekonomian global.
"Di sisi lain, Amerika mengeluarkan kebijakan tarif baru terhadap 60 negara mitra dagang menggantikan tarif sementara yang berakhir pada 24 Juli 2026," tuturnya.
Adapun kombinasi kenaikan itu membuat premi risiko global tetap tinggi. Di sisi lain, volatilitas harga komoditas juga masih berpotensi berlanjut seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar
Meskipun dihantam berbagai tekanan, respon indikator ekonomi dunia mengalami perkembangan yang beragam, ada yang lebih kuat tapi ada pula yang semakin terbatas.
Merinci, di Amerika Serikat terlihat bahwa inflasi mulai menunjukkan tren moderasi dengan aktivitas ekonomi yang tetap stabil. Tetapi, di China mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 sebagai yang terendah sejak akhir 2022 akibat lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta, meski ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian. Di Eropa dan Inggris, inflasi juga mulai menurun.
Oleh karena itu, pasar keuangan global masih bergerak fluktuatif akibat konflik di Timur Tengah semakin panas. Namun, di tengah tantangan itu, perkembangan investasi AI menjadi salah satu faktor positif yang dapat membantu menjaga prospek pertumbuhan ekonomi global di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
"Di Eropa dan Inggris, inflasi juga menunjukkan tren penurunan. Pasar keuangan global bergerak mix di tengah kembali tereskalisasinya konflik di Timur Tengah," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: