Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Waspada! Bos OJK Ingatkan Modus Love Scam Kian Marak

Waspada! Bos OJK Ingatkan Modus Love Scam Kian Marak Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya love scam atau penipuan berkedok hubungan asmara yang kini mulai banyak memakan korban di Indonesia. Modus ini menjadi salah satu bentuk kejahatan digital terbaru yang sedang berkembang seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Friderica yang akrab disapa Kiki itu mengatakan pelaku penipuan kini tidak lagi hanya mengandalkan phishing atau pembobolan akun, tetapi beralih menggunakan teknik social engineering yang jauh lebih canggih.

“Perubahannya sekarang dari phishing ke social engineering yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat synthetic identity dan real impersonation,” kata Friderica dalam OJK Banking Forum 2026, Selasa (14/7/2026).

Menurut Kiki, salah satu modus yang kini menjadi perhatian adalah romance scam atau love scam. OJK mulai menerima semakin banyak laporan terkait modus tersebut.

Baca Juga: IASC Tangani 608 Ribu Kasus Penipuan, 557 Ribu Rekening Diblokir

“Saat ini yang paling baru yang juga sangat menghantui dan mengintai masyarakat kita adalah yang disebut romance scam atau love scam. Korban-korbannya mulai banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya modus tersebut lebih banyak ditemukan di negara-negara lain. Namun kini, Indonesia juga mulai mengalami peningkatan kasus serupa meski masyarakat dikenal memiliki kehidupan sosial yang kuat.

“Dulu romance scam mungkin banyak terjadi di negara-negara lain yang lonely. Indonesia kan hidup bersosialisasi, tetapi sekarang dari laporan juga sudah mulai banyak terkait romance scam ini,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman