Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lukas Luwarso Sebut Prabowo Kembaran Trump: Dia Dua Kali Lebih Fatal

        Lukas Luwarso Sebut Prabowo Kembaran Trump: Dia Dua Kali Lebih Fatal Kredit Foto: BPMI Setpres
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lukas Luwarso menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kemiripan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terutama dalam gaya bicaranya.

        Namun menurut Lukas, Trump jauh lebih fatal daripada Prabowo.

        "Jadi ya kan ada kembarannya kan di dunia ini. Ada orang seperti siapa? Donald Trump. Donald Trump itu stream of consciousness-nya dua kali lebih fatal dari Pak Prabowo sebenarnya. Lebih gila dia itu," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (5/8). 

        Meski demikian, Lukas menekankan bahwa Amerika memiliki struktur institusi yang lebih kuat sehingga mampu membatasi dampak gaya politik Trump. "Jadi bentar lagi dia selesai kan si Trump," imbuhnya.

        Sementara itu, Lukas menyoroti ambisi politik Prabowo yang masih terlihat jelas meski baru dua tahun menjabat.

        "Prabowo ini kan baru 2 tahun, belum 2 tahun nih. Jadi tahun 2029 masih berambisi ingin melanjutkan, kan kelihatan sekali itu," katanya.

        Sebagai informasi, gaya pidato spontan Prabowo kerap menuai kritik karena menggunakan istilah umpatan atau sindiran tajam. Misalnya kata “ndasmu” saat merespons kritik kabinet gemuk di HUT ke-17 Gerindra, serta istilah “Londo Ireng” untuk menyentil pihak yang dianggap membela asing.

        Gaya bicara tanpa teks ini dinilai berisiko menimbulkan blunder politik. Beberapa pernyataannya, seperti meminta orang yang merasa Indonesia suram untuk pindah negara, dianggap terlalu emosional.

        Baca Juga: Prabowo Dikelilingi Yes Men, Pidato Kontroversial Tetap Tepuk Tangan

        Media seperti Tempo menilai pidato kerakyatan Prabowo sering kali berjarak atau kontradiktif dengan realitas kebijakan pemerintahannya. Namun bagi para pendukung, gaya tanpa teks justru menunjukkan karakter pemimpin yang jujur, tegas, berapi-api, dan tidak jaim.

        Pihak Istana menegaskan fokus utama pidato Prabowo adalah membangun optimisme nasional, persatuan, kemandirian ekonomi, serta kedaulatan negara, bukan sekadar mempermasalahkan potongan kalimat atau diksi yang digunakan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: