Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Menhan ke Istana: Terungkap Motif Tersembunyi Prabowo Gabung Kabinet Jokowi 2019

        Dari Menhan ke Istana: Terungkap Motif Tersembunyi Prabowo Gabung Kabinet Jokowi 2019 Kredit Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) meminta Presiden Prabowo Subianto bergabung sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju pada 2019 demi memastikan periode kedua pemerintahannya berjalan tanpa gangguan.

        Menurut Lukas, sejak awal chemistry Jokowi dan Prabowo tidak cocok untuk berkoalisi karena keduanya memiliki kepentingan politik masing-masing.

        "Saya pengin terus berkuasa untuk Jokowi, Prabowo saya ingin jadi presiden," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (6/8). 

        Ia menjelaskan, posisi Menhan dipilih karena anggarannya sangat besar nomor dua terbesar di antara kementerian dan relatif sulit diawasi. 

        "Nah waktu itu kan sebenarnya sekedar mengingatkan, kenapa negonya Prabowo dikasih posisi Menhankam? Salah satunya adalah Menhankam itu dananya nomor dua besar kan dari kementerian, dan relatif unaccountable dibanding kementerian-kementerian lain. Agak gelaplah karena urusan militer kan. Nah, itu sama-sama happy saat itu. Oke, sepakat," jelasnya.

        Namun, Lukas menilai sejak awal tidak ada niat untuk bersama-sama membangun bangsa. 

        Baca Juga: Prabowo dan Trump, Ambisi 2029 Mulai Terkuak

        "Masing-masing sudah punya agenda sendiri-sendiri, sebenarnya tidak pernah ada punya untuk bersama-sama membangun Indonesia, membawa Indonesia ke gerbang kemerdekaan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagainya. Enggak ada itu," tandasnya.

        Sebagai informasi, selama periode 2019–2024, anggaran Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo berkisar Rp117 triliun hingga Rp144 triliun per tahun. Totalnya hampir Rp700 triliun dalam lima tahun. Pada awal masa jabatan 2020, Kemhan sempat menjadi kementerian dengan anggaran terbesar, yakni Rp127,4 triliun hingga Rp131,3 triliun, sebelum kemudian bergeser ke posisi kedua setelah Kementerian PUPR pada tahun-tahun berikutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: