Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Timnas Indonesia Rawan Kebobolan di Babak Pertama, Awas Dimanfaatkan Singapura

        Timnas Indonesia Rawan Kebobolan di Babak Pertama, Awas Dimanfaatkan Singapura Kredit Foto: Instagram/@timnasindonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Timnas Indonesia menghadapi laga hidup-mati melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2026. Di balik ambisi merebut tiket semifinal, skuad Garuda masih memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, yakni rapuhnya pertahanan pada babak pertama.

        Indonesia dijadwalkan bertandang ke Stadion Jalan Besar untuk menghadapi Singapura pada Jumat (7/8/2026). Tiga poin menjadi harga mati bagi tim asuhan John Herdman jika ingin menjaga peluang melaju ke fase gugur.

        Masalahnya, catatan performa Indonesia di bawah Herdman menunjukkan satu kelemahan yang berpotensi dimanfaatkan tuan rumah. Dari total lima gol yang bersarang ke gawang Garuda sepanjang era Herdman, mayoritas justru tercipta sebelum turun minum.

        Sejak ditangani pelatih asal Inggris tersebut, Indonesia telah menjalani tujuh pertandingan dengan catatan lima kemenangan dan dua kekalahan. Meski sukses membukukan empat clean sheet, Indonesia tetap kebobolan lima gol selama periode itu.

        Dari lima gol tersebut, tiga di antaranya lahir pada babak pertama. Dua gol bahkan tercipta dalam rentang 15 menit awal pertandingan, sementara satu gol lainnya masuk pada menit ke-38.

        Sementara itu, dua gol sisanya terjadi selepas jeda pertandingan. Indonesia kebobolan lagi pada menit ke-48 dan menit ke-71.

        Catatan itu menjadi alarm bagi Herdman menjelang duel melawan Singapura. Laga diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama masih berpeluang melaju ke semifinal.

        Di sisi lain, Singapura juga memiliki produktivitas yang cukup baik sepanjang Piala AFF 2026. The Lions sudah mencetak empat gol dengan distribusi yang seimbang antara babak pertama dan babak kedua.

        Baca Juga: Marc Klok Ingatkan Beban 280 Juta Pendukung, Timnas Indonesia Siap Berjuang Habis-habisan Lawan Singapura

        Namun ada satu fakta yang sedikit menguntungkan Indonesia. Singapura belum pernah mencetak gol pada 15 menit awal pertandingan selama turnamen berlangsung.

        Meski demikian, Indonesia tetap dituntut tampil lebih disiplin sejak peluit pertama dibunyikan. Garuda tak boleh kembali mengulangi kebiasaan kehilangan konsentrasi pada awal laga jika ingin membawa pulang kemenangan dari markas Singapura.

        Hasil positif menjadi satu-satunya target Indonesia dalam pertandingan tersebut. Selain efektivitas lini depan, kemampuan menjaga pertahanan sejak awal laga bisa menjadi faktor penentu nasib Garuda di Piala AFF 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: