'Stop Incar Kelas Ayam Sayur,' Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ditantang Gelar Sayembara Buru Koruptor
Kredit Foto: Istimewa
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) mendapatkan tantangan serius untuk menunjukkan keberaniannya menghadapi persoalan yang lebih besar, yakni pemberantasan korupsi kelas kakap. Hal ini menyusul maraknya kabar pejabat daerah yang terlibat korupsi di Indonesia.
Pengamat Politik Heru Subagia menilai publik ingin melihat sikap tegas politikus terhadap kejahatan korupsi yang melibatkan elite dan memiliki dampak luas bagi negara. Masyarakat tengah menantikan sosok yang bisa tegas terhadap pejabat hingga aparat yang ketahuan korupsi, termasuk di Jabar.
Baca Juga: Di Balik Roy Suryo-Dokter Tifa dan Polemik Ijazah Jokowi, Mahfud MD: Saya Lihat Kasus Ini Aslinya...
"Saat ini pergelaran hukum menunjukkan fenomena yang memprihatinkan. Aparat penegak hukum yang seharusnya membentengi keadilan justru beberapa kali terseret dalam pusaran kasus hukum. Di sinilah masyarakat menagih dan membuktikan nyali dari Dedi Mulyadi," tegasnya.
Heru mengakui secara konstitusional gubernur bukan aparat penegak hukum sehingga tidak memiliki kewenangan langsung menangani perkara pidana. Namun, Dedi sebagai kepala daerah dengan pengaruh politik yang besar dapat membuat setiap sikapnya akan menjadi perhatian publik.
Karenanya, Heru mengingatkan agar politikus itu tidak hanya fokus pada penindakan terhadap pelanggaran yang melibatkan masyarakat kecil atau kasus-kasus yang dinilai mudah mendapat perhatian publik.
"Dedi Mulyadi harus melewati ujian dengan tindakan nyata pemberantasan korupsi kelas berat, agar langkah-langkahnya tidak lagi dinilai publik sebagai sekadar lip service atau propaganda politik belaka," ujarnya.
Heru bahkan mengusulkan agar politikus itu berani menggagas langkah yang lebih berani dalam mendorong pemberantasan korupsi. Dedi sebaiknya tidak hanya menerapkan pandangan tajamnya ke kelas kejahatan yang kecil.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Turun Tangan Soal Dokter Hina Pasien BPJS: Nanti Saya Minta Wali Kota...
"Jika Dedi Mulyadi berani mengeluarkan sayembara menangkap koruptor kelas kakap dan menyoroti skandal besar, itu akan menjadi terobosan luar biasa yang membedakannya dengan figur lain. Namun sebaliknya, jika tidak berani mengambil sikap tegas terhadap korupsi kelas atas, ia sebaiknya menghentikan narasi-narasi penindakan kelas ayam sayur yang berisiko dinilai publik sebagai bentuk doktrin atau pencitraan sesat," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: