Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jadi Imam Salat di Kanada, Indra Priawan Sang Pewaris Kerajaan Bisnis Blue Bird

        Jadi Imam Salat di Kanada, Indra Priawan Sang Pewaris Kerajaan Bisnis Blue Bird Kredit Foto: (Istimewa)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Indra Priawan Djokosoetono menjadi perbincangan publik setelah memimpin Salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton, Kanada Barat. Momen tersebut viral di media sosial dan memicu rasa penasaran masyarakat mengenai sosok pengusaha yang juga dikenal sebagai suami artis Nikita Willy.

        Dalam unggahan akun Instagram @masjidedmontonkanada, Indra menjadi imam Salat Jumat perdana dalam rangkaian peresmian masjid Indonesia pertama di Kanada Barat. Kemampuannya melantunkan ayat suci Al-Qur'an mendapat apresiasi dari para jemaah yang hadir maupun warganet.

        "Beliau mengimami Ustadz Fatih Karim beserta para jamaah masjid. Momen ini dalam rangkaian peresmian Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat. Jamaah yang hadir merasa takjub dan salut karena beliau begitu khusyuk melantunkan Ayat Al-Qur'an secara fasih dan jelas," tulis akun tersebut.

        Lantas, siapa sebenarnya Indra Priawan?

        Generasi Ketiga Keluarga Pendiri Blue Bird

        Indra Priawan Djokosoetono merupakan anggota keluarga besar Djokosoetono yang membangun Blue Bird Group, salah satu perusahaan transportasi terbesar di Indonesia.

        Ia adalah putra Chandra Suharto Djokosoetono sekaligus cucu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, salah satu pendiri Blue Bird.

        Lahir di Jakarta pada 15 Februari 1992, Indra dipersiapkan untuk melanjutkan bisnis keluarga sejak usia muda. Ia telah dipercaya menjabat sebagai Manajer Operasional sekaligus Komisaris Blue Bird Group sejak 2010.

        Sebelum fokus mengembangkan bisnis keluarga, Indra juga sempat merintis usaha di bidang fesyen dan olahraga.

        Lulusan Teknik Mesin UI hingga Magister di Amerika Serikat

        Dari sisi pendidikan, Indra menyelesaikan studi Teknik Mesin di Universitas Indonesia pada 2013.

        Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Hult International Business School, Amerika Serikat, pada program International Business dengan konsentrasi Project and Risk Management selama periode 2015–2016.

        Selain aktif di Blue Bird Group, Indra juga dipercaya menjadi Komisaris KAJA Group, kelompok usaha yang bergerak di sektor perhotelan mewah.

        Bagaimana Kinerja Blue Bird Saat Ini?

        Di tengah sorotan terhadap sosok Indra, bisnis keluarga Djokosoetono juga mencatatkan pertumbuhan pada semester I-2026.

        PT Blue Bird Tbk. (BIRD), yang kini dipimpin sepupu Indra, Andre Djokosoetono, membukukan:

        • Pendapatan: Rp2,97 triliun, naik 11,3% dibandingkan semester I-2025.
        • EBITDA: Rp714 miliar.
        • Laba bersih: Rp323,8 miliar.

        Menurut Andre, strategi perusahaan ke depan difokuskan pada penguatan investasi di berbagai lini bisnis, peningkatan kualitas operasional, serta pengembangan sumber daya manusia guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.

        "Kami akan terus perkuat investasi di tiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional serta pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan," ujarnya.

        Kinerja tersebut menunjukkan Blue Bird tetap mempertahankan pertumbuhan di tengah perubahan industri transportasi dan mobilitas, sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan keluarga Djokosoetono di perusahaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: