Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Temukan Ratusan Senjata, Yayasan Sekolah Harapan Ibu Minta Perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen

        Temukan Ratusan Senjata, Yayasan Sekolah Harapan Ibu Minta Perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen Kredit Foto: Freepik/Rawpixel
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pondok Pinang, Jakarta Selatan, meminta perlindungan dan pendampingan sejumlah lembaga negara setelah ditemukannya ratusan senjata serta sejumlah barang lain di lingkungan sekolah.

        Permintaan tersebut akan disampaikan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Yayasan juga tengah membangun komunikasi dengan DPR RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas persoalan tersebut.

        Kuasa hukum Yayasan Sekolah Harapan Ibu, Anissa E F Ismail, mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pertemuan dengan KPAI pada Senin (10/8/2026). Pertemuan itu ditujukan untuk memperoleh perlindungan sekaligus arahan agar langkah yayasan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.

        Menurut Anissa, terdapat sekitar 720 orang yang perlu diperhatikan, terdiri dari sekitar 580 murid serta 140 guru dan tenaga kependidikan.

        Yayasan berharap kepolisian segera melakukan sterilisasi terhadap lingkungan sekolah sehingga para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dapat kembali beraktivitas dengan aman.

        Selain kepada KPAI, yayasan akan mengirimkan surat resmi kepada Kemendikdasmen pada Senin (10/8/2026). Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan permintaan perlindungan hukum tersebut berkaitan dengan keberlangsungan proses pendidikan di sekolah yang menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah.

        Yayasan ingin memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman setelah ditemukan senjata dan sejumlah barang lain di beberapa ruangan sekolah.

        Untuk sementara, Sekolah Harapan Ibu memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ selama satu pekan, mulai Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).

        Keputusan tersebut diambil untuk memastikan keselamatan peserta didik selama kepolisian melakukan proses sterilisasi lingkungan sekolah.

        Yayasan telah berkomunikasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan agar sterilisasi dilakukan selama pelaksanaan PJJ. Menurut Hermawanto, pihak kepolisian telah merespons permintaan tersebut dan akan berkoordinasi dengan unsur terkait.

        Yayasan menyebut masih terdapat sejumlah ruangan yang tertutup, beberapa di antaranya telah dipasangi garis polisi. Pihak yayasan mengaku belum mengetahui seluruh isi ruangan tersebut.

        Karena itu, yayasan meminta pemeriksaan menyeluruh dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali dilaksanakan.

        Selain KPAI dan Kemendikdasmen, Yayasan Sekolah Harapan Ibu juga membangun komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI untuk meminta audiensi.

        Yayasan juga berupaya bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Kuasa hukum yayasan, Alvon Kurnia Palma, mengatakan komunikasi dengan pihak penghubung gubernur dan wakil gubernur tengah dilakukan untuk mendapatkan jadwal pertemuan.

        Menurut Alvon, yayasan mengapresiasi sikap Pramono yang sebelumnya menegaskan bahwa sekolah tidak boleh digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

        Dalam audiensi nantinya, yayasan ingin meminta penjelasan sekaligus memastikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta turut melihat kondisi sekolah, termasuk memastikan keamanan proses belajar mengajar setelah adanya temuan senjata.

        Sebelumnya, sebanyak 995 senjata ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).

        Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menyebut temuan awal tersebut terdiri dari 995 senjata genggam dan satu shotgun kaliber 12/70.

        Setelah temuan pertama, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain pada Rabu (5/8/2026) dengan pendampingan kepolisian. Dalam proses tersebut ditemukan sejumlah benda lain yang diduga berkaitan dengan senjata, antara lain laras senjata kaliber 5,56 milimeter, senjata genggam kaliber .40 dan 9 milimeter, magasin Glock, senjata jenis Walther, senjata kaliber .22, serta magasin untuk senjata jenis M4.

        Baca Juga: 995 Softgun, Polisi Sebut hanya Ada Satu Senjata Api Sungguhan

        Pihak sekolah juga menyebut menemukan alat pembuat peluru yang diduga ilegal, narkotika, serta sekitar 25 keping VCD yang disebut bermuatan pornografi.

        Seluruh temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Pihak sekolah juga meminta Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya membantu memastikan jenis senjata yang ditemukan.

        Yayasan kini meminta sterilisasi menyeluruh dilakukan sebelum pembelajaran tatap muka kembali digelar. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali aman bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: