Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terlihat Cuek, Jokowi Diam-diam Pantau Polemik Ijazah Palsu

        Terlihat Cuek, Jokowi Diam-diam Pantau Polemik Ijazah Palsu Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih terus berlanjut. Meski selama ini terlihat tidak banyak menanggapi berbagai perdebatan yang muncul, Jokowi disebut tetap mengikuti perkembangan isu tersebut, termasuk pemberitaan dan suara publik yang membicarakan persoalan ijazahnya.

        Hal itu diungkapkan Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan. Ia menyebut Jokowi bukan hanya mengetahui polemik tersebut, tetapi juga mengikuti dinamika politik yang mengiringinya.

        Andi bahkan mengaku sempat terkejut mengetahui sejauh mana Jokowi mengikuti perkembangan isu tersebut. Menurutnya, mantan kepala negara itu benar-benar memperhatikan berbagai pembahasan yang muncul di ruang publik.

        "Beliau itu mengikuti, melihat semua perkembangan seperti apa," kata Andi dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

        Baca Juga: 'Baru Kali Ini di Dunia Ada Manusia Takut Ijazahnya Dilihat Orang'

        "Luar biasa, saya sempat kaget juga waktu saya ketemu beliau, diskusi dia mengikuti ketika di (program) Rakyat Bersuara. Nonton dia, nonton betul," ujarnya.

        Menurut Andi, Jokowi memang memiliki kebiasaan berdiskusi dan cukup mengetahui perkembangan politik yang terjadi. Ia menyebut mantan presiden tersebut juga memiliki data mengenai berbagai dinamika politik yang berkembang.

        "Dia senang diskusi dan juga dia tahu kok apa perkembangan-perkembangan politik gitu. Karena dia punya data-data juga," ucapnya.

        Lebih lanjut, Andi turut menyoroti polemik dugaan ijazah Jokowi yang menurutnya telah berlangsung cukup lama. Ia bahkan menyebut persoalan tersebut telah menjadi pembicaraan hingga tingkat internasional.

        Baca Juga: Jokowi 15 Kali Terima Gelar Raja, 21 Kali Tolak Gelar Doktor HC, Karena Ijazahnya Gak Jelas?

        "Dua tahun loh. Oh iya, internasional juga pembicaraan juga, membicarakan hal seperti ini, suatu hal yang menurut saya remeh-temeh sebetulnya. Ya sesuatu hal yang tidak mempunyai benefit yang baik, yang memang harus dilakukan ini," tuturnya.

        Andi menduga panjangnya persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh aspek hukum. Ia melihat adanya kepentingan politik sejumlah pihak yang ikut membuat polemik tersebut terus bergulir.

        "Karena ada ya elit-elit yang ingin berselancar dalam kondisi ini untuk meningkatkan kepentingan-kepentingan mereka dan kepentingan mereka itu jadi bahan politik," ucapnya.

        Menurut Andi, apabila persoalan tersebut hanya dipandang dari sisi hukum, penyelesaiannya semestinya tidak berlarut-larut.

        "Kalau kita bicara secara hukum murni, nggak seperti ini, cepat selesai. Karena unsur politik masuk di dalam, akhirnya berlarut-larut," pungkas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: