Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tiket Semifinal Malaysia vs Vietnam Naik 70 Persen, Suporter Harimau Malaya Protes: Main di Stadion Kecil

        Tiket Semifinal Malaysia vs Vietnam Naik 70 Persen, Suporter Harimau Malaya Protes: Main di Stadion Kecil Kredit Foto: FA Malaysia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Suporter Timnas Malaysia dibuat kecewa dengan keputusan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menaikkan harga tiket pertandingan semifinal Piala AFF 2026 melawan Vietnam. Kenaikan harga tersebut menjadi sorotan karena laga kandang Malaysia justru digelar di stadion dengan kapasitas jauh lebih kecil dibanding Stadion Nasional Bukit Jalil.

        FAM menetapkan tiket kategori dewasa untuk pertandingan semifinal sebesar RM50 atau sekitar Rp218 ribu. Harga tersebut meningkat dari RM30 atau sekitar Rp131 ribu ketika Malaysia tampil pada fase grup, atau naik sekitar 66,7 persen.

        Kenaikan harga juga berlaku pada kategori lainnya. Tiket tribun dipatok RM70 atau sekitar Rp305 ribu, sedangkan tiket VIP mencapai RM100 atau sekitar Rp436 ribu.

        Kebijakan tersebut langsung memicu protes dari pendukung Harimau Malaya di media sosial. Sejumlah suporter mempertanyakan alasan FAM menaikkan harga tiket secara signifikan untuk pertandingan yang tidak digelar di stadion terbesar Malaysia.

        "BuBukannya saya tidak mampu membelinya, tetapi harga RM50 untuk bermain di Cheras tampaknya sangat mahal," tulis salah satu akun Instagram, dikutip dari Berita Harian.

        Keluhan serupa disampaikan suporter lain yang membandingkan harga tersebut dengan pertandingan Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil. Menurut mereka, harga RM50 lebih masuk akal jika pertandingan digelar di stadion dengan kapasitas dan fasilitas sebesar Bukit Jalil.

        "Pada tahun 2018 saya bisa membeli tiket seharga RM50 karena bermain di Bukit Jalil, ini RM50 untuk bermain di Cheras, sungguh tidak pantas," tulis suporter lainnya.

        Persoalan utamanya terletak pada venue pertandingan. Malaysia dijadwalkan menjamu Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Cheras, pada 16 Agustus mendatang.

        Stadion yang juga dikenal sebagai Stadion Kuala Lumpur tersebut hanya mampu menampung sekitar 18.000 penonton. Kapasitas itu terpaut sangat jauh dari Stadion Nasional Bukit Jalil yang dapat menampung hingga 87.500 suporter.

        Perbandingan tersebut membuat sebagian pendukung merasa kenaikan harga tiket tidak sebanding dengan venue yang digunakan. Kritik pun semakin ramai karena pertandingan semifinal merupakan salah satu laga paling penting bagi Malaysia dalam turnamen tersebut.

        "Jika bermain di Bukit Jalil, Anda ingin memberikan harga seperti ini, ini bermain di Cheras, pikirkan sedikit FAM," tulis salah satu netizen.

        Baca Juga: Timnas Indonesia Angkat Koper dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Suporter Pasti Lebih Kecewa

        Suporter lainnya juga mempertanyakan konsistensi harga tiket yang sebelumnya berada di level RM30 pada fase grup. "Tiba-tiba harganya naik, seharusnya harganya sama sejak awal, lalu banyak penggemar ingin mendukung Harimau Malaya," tulis warganet lainnya.

        Malaysia berhasil mencapai semifinal setelah finis sebagai runner-up Grup B. Harimau Malaya mengumpulkan tiga kemenangan atas Myanmar, Laos, dan Filipina, serta sekali kalah dari Thailand.

        Pertandingan melawan Vietnam menjadi tantangan berikutnya bagi Malaysia untuk menjaga peluang meraih gelar Piala AFF 2026. Setelah memainkan leg pertama di Cheras, kedua tim akan kembali bertemu pada leg kedua di Stadion Nasional My Dinh pada 19 Agustus.

        Dengan harga yang sudah ditetapkan, suporter Malaysia kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menyaksikan laga semifinal di kandang sendiri. Kenaikan tersebut menjadi sorotan karena terjadi ketika venue pertandingan memiliki kapasitas yang jauh di bawah Bukit Jalil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: