Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Soal Pagar dan Isu Kerusuhan Agustus, Ini Kata Mahfud MD

        Soal Pagar dan Isu Kerusuhan Agustus, Ini Kata Mahfud MD Kredit Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gejolak sosial yang muncul setiap memasuki bulan Agustus. Salah satu fenomena yang disebutnya mencerminkan keresahan tersebut adalah pemilik pertokoan yang mulai meninggikan pagar besi mereka.

        Mahfud membahas keresahan itu dalam episode terbaru podcast "Terus Terang" yang tayang di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Senin (10/8/2026).

        Ia mengatakan, kekhawatiran masyarakat tidak terlepas dari catatan sejumlah gejolak politik dan kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus dalam beberapa tahun terakhir.

        "Memang banyak sekarang orang khawatir di bulan Agustus ini terjadi sesuatu. Cuma Agustus itu memang punya catatan khusus," ujar Mahfud saat merespons pertanyaan warganet mengenai fenomena pagar pertokoan yang semakin tinggi di Jakarta.

        Mahfud mengingatkan kembali peristiwa demonstrasi besar yang terjadi pada Agustus 2024. Saat itu, muncul gerakan "Garuda Biru" sebagai bentuk penolakan terhadap langkah DPR yang dinilai hendak menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada.

        Menurut Mahfud, situasi tersebut memicu kemarahan masyarakat dan aksi demonstrasi di sejumlah daerah hingga akhirnya rencana pengesahan revisi aturan tersebut batal dilakukan.

        "Itu peringatan kepada Indonesia dengan lambang Garuda dalam warna biru yang pada waktu itu rakyat marah. Karena itu rekayasa, terjadi demo di seluruh Indonesia, akhirnya sidang DPR-nya batal," katanya.

        Mahfud juga menyinggung kerusuhan yang terjadi pada 29 Agustus 2025. Peristiwa tersebut, menurut dia, turut memperkuat kekhawatiran masyarakat setiap kali memasuki bulan Agustus.

        Mahfud mengapresiasi langkah Kemenko Polhukam yang telah mengumpulkan sejumlah pimpinan lembaga keamanan untuk mengantisipasi penyebaran hoaks terkait potensi kerusuhan pada Agustus 2026.

        Namun, ia mengingatkan pemerintah dan aparat keamanan agar tidak hanya mengandalkan imbauan kepada masyarakat. Menurutnya, diperlukan pemetaan intelijen yang akurat untuk mengetahui potensi munculnya gangguan keamanan sejak dini.

        Mahfud menceritakan pengalamannya ketika masih memimpin Kemenko Polhukam. Saat itu, koordinasi dilakukan dengan mengidentifikasi lokasi, kekuatan massa, serta pihak-pihak yang berpotensi menjadi penggerak kerusuhan.

        Baca Juga: Kritik Kopdes Merah Putih, Mahfud MD: Modalnya Utang Bank Himbara, Gedungnya Dibangun di Kuburan!

        "Kita rapat, lalu mengidentifikasi kerusuhan akan dimulai dari mana, berapa kekuatannya, demonya di mana. Kalau koordinasi BIN dan BAIS bekerja, kekuatannya di sana, korlapnya ini, hanya sekian orang yang berangkat, itu biasanya sudah diketahui," ujarnya.

        Meski mengingatkan adanya keresahan di tengah masyarakat, Mahfud berharap bulan kemerdekaan tahun ini dapat berlangsung aman tanpa kerusuhan maupun korban jiwa.

        Ia mengajak masyarakat dan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan serta tetap mencintai Indonesia di tengah dinamika politik nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: