Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Angka Pengangguran Jabar Masih Tinggi, Dedi Mulyadi: Investasi Akan Datang Apabila Jalan Tolnya Baik

        Angka Pengangguran Jabar Masih Tinggi, Dedi Mulyadi: Investasi Akan Datang Apabila Jalan Tolnya Baik Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai masih tingginya angka pengangguran di Jawa Barat. Pernyataan tersebut muncul setelah pembangunan infrastruktur wilayahnya dinilai semakin masif, tetapi belum sepenuhnya diikuti dengan penurunan jumlah pengangguran.

        Dedi mengatakan persoalan tersebut tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari rangkaian strategi ekonomi yang membutuhkan waktu untuk memberikan dampak lebih luas terhadap penyerapan tenaga kerja.

        Baca Juga: Tantangan Kubu Febrie Adriansyah untuk Kejaksaan Agung: Jangan Sampai Praperadilan Ini Dihindari

        "Investasi akan datang apabila jalan tolnya baik, listriknya terkoneksi, jaringan telekomunikasinya terkoneksi, jaringan pipa gasnya terkoneksi, jaringan air bersihnya terkoneksi. Nah, ini akan menumbuhkan investasi. Dengan adanya investasi, maka orang akan bekerja," ucap Dedi Mulyadi, dikutip Rabu (12/8/2026).

        Namun, baginya, dampak yang lebih penting justru berada setelah infrastruktur tersebut selesai dibangun. Infrastruktur yang memadai dinilai dapat meningkatkan daya tarik wilayahnya bagi investor yang ingin membuka atau memperluas kegiatan usaha.

        Ia menjelaskan pembangunan proyek infrastruktur sendiri menciptakan aktivitas ekonomi sejak proses pengerjaan berlangsung. Berbagai jenis pekerjaan ikut muncul, mulai dari tenaga konstruksi hingga sektor pendukung lainnya.

        Karena itu, pemerintah tidak hanya perlu membangun jalan, tetapi juga memastikan berbagai infrastruktur pendukung tersedia dan saling terkoneksi.

        "Ada kuli bangunan, ada material yang dibeli barangnya, ada bahan-bahan toko bangunan yang digunakan, ada sopir, kuli, tukang, arsitek, perencana dan sejenisnya. Nah ini juga melahirkan perputaran ekonomi," jelas Dedi.

        Dedi menempatkan investasi sebagai salah satu mata rantai penting dalam penyelesaian persoalan pengangguran. Infrastruktur dipandang sebagai fondasi, sementara investasi diharapkan menjadi penggerak yang menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah lebih besar.

        Tantangannya adalah memastikan pembangunan fisik tersebut benar-benar mampu menarik investasi dan tidak berhenti sebagai proyek konstruksi semata.

        Jawa Barat selama ini merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang besar. Karena itu, kualitas jalan, ketersediaan listrik, air bersih, jaringan telekomunikasi serta akses energi menjadi faktor penting dalam menentukan keputusan perusahaan untuk menanamkan modal.

        Bagi Dedi, pembangunan infrastruktur dan pengurangan pengangguran bukan dua agenda yang berdiri sendiri. Pembangunan menjadi instrumen untuk menciptakan ekosistem ekonomi, kemudian investasi diharapkan mengubah ekosistem tersebut menjadi lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.

        Baca Juga: Di Balik Kegagalan Timnas Indonesia: Segunung Masalah Tak Bisa Dijawab Naturalisasi ala Erick Thohir

        Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah pengangguran di Jawa Barat meningkat sekitar 6,14 ribu orang dan mencapai 1,79 juta orang pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah daerah. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: