Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang Hasil MSCI, IHSG Punya Peluang Balik Arah ke 6.544

        Jelang Hasil MSCI, IHSG Punya Peluang Balik Arah ke 6.544 Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang berbalik arah dan menguat menjelang pengumuman hasil Tinjauan Indeks MSCI periode Agustus 2026 pada Rabu (12/8/2026). Namun, tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda membuat indeks masih rentan terkoreksi.

        IHSG sebelumnya ditutup melemah 1,53% ke level 6.267,88 pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Pelemahan tersebut membuat indeks kembali berada di bawah MA10. Meski demikian, IHSG masih bertahan di atas MA20 sehingga peluang rebound masih terbuka.

        Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan tekanan jual masih terlihat dalam perdagangan saham. Namun, volume transaksi jual mulai menurun sehingga tekanan terhadap IHSG berpotensi mereda.

        Menurut dia, kondisi tersebut membuka ruang bagi IHSG untuk bergerak positif dalam waktu dekat.

        "Dalam skenario terbaik, indeks berpotensi menguat menuju level 6.440-6.544," ungkap Herditya dalam riset hariannya, Jakarta, rabu (12/8/2026). 

        Sebaliknya, investor perlu mewaspadai risiko pelemahan apabila IHSG gagal mempertahankan level dukungan penting. Jika tekanan jual kembali meningkat dan indeks menembus area tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran 5.890-6.192.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga melihat peluang penguatan IHSG berdasarkan sejumlah indikator teknikal. Namun, ruang kenaikan diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar cenderung menunggu kepastian dari sejumlah sentimen utama.

        "Menjelang pengumuman MSCI, volatilitas pasar diperkirakan meningkat. Investor cenderung mengambil posisi hati-hati sambil mencermati hasil tinjauan tersebut serta dampaknya terhadap pasar saham Indonesia," kata Nafan.

        Hasil tinjauan MSCI menjadi salah satu perhatian utama pasar karena keputusan tersebut dapat memengaruhi sentimen investor terhadap saham Indonesia. Pengumuman dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 pukul 23.00 CEST atau Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

        Selain MSCI, perkembangan geopolitik global turut menjadi perhatian investor. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali meningkat mendorong kenaikan harga minyak dunia.

        "Situasi ini turut membuat investor memilih bersikap wait and see karena perubahan harga energi dapat memengaruhi sentimen pasar secara lebih luas," jelas Nafan.

        Baca Juga: Jelang Pengumuman MSCI, Prajogo Pangestu Kembali Borong Puluhan Juta Saham CUAN

        Baca Juga: Investor Harap-harap Cemas, OJK Ungkap Peluang Saham RI Bertahan di MSCI

        Baca Juga: OJK Harap Saham Indonesia Tak Lagi Kena Freeze Saat MSCI Review 12 Agustus

        Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan setelah mengalami koreksi pada perdagangan Selasa. Namun, posisi indeks yang masih berada di atas MA20 memberikan peluang terjadinya rebound.

        Phintraco Sekuritas memperkirakan area 6.180-6.200 menjadi level dukungan penting yang perlu dicermati investor. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpeluang kembali menguji zona tersebut.

        "Area 6.180-6.200 akan menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpeluang kembali menguji kisaran support tersebut," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: