Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BAKTI Andalkan Satria-1 Percepat Internet di 3T, 31.000 Lokasi Sudah Terhubung

        BAKTI Andalkan Satria-1 Percepat Internet di 3T, 31.000 Lokasi Sudah Terhubung Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengandalkan Satelit Republik Indonesia (Satria-1) untuk mempercepat pemerataan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

        Direktur Utama BAKTI Fadhilah Mathar mengatakan, pemanfaatan satelit memungkinkan pemerintah menggabungkan jaringan terestrial melalui BTS dan serat optik dengan solusi nonterestrial, terutama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

        “Yang dapat membuat kami lebih cepat dalam menggelar konektivitas digital adalah kehadiran Satria-1 ini membuat kita bisa menggabungkan solusi terestrial dengan solusi nonterestrial, terutama ketika wilayah-wilayah tersebut masih sangat sulit dijangkau,” ujar Fadhilah dalam BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

        Menurut Fadhilah, pendekatan tersebut memungkinkan pembangunan konektivitas dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah. BAKTI tidak hanya mengandalkan infrastruktur BTS dan serat optik, tetapi juga memanfaatkan satelit untuk memperluas jangkauan layanan.

        Selain Satria-1, BAKTI memanfaatkan jaringan Palapa Ring yang saat ini mencakup 131 lokasi. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 57 lokasi yang telah memiliki pemain layanan aktif.

        “Ada 131 lokasi Palapa Ring, tetapi pemain layanan yang aktif sekitar 57,” katanya.

        Untuk penyediaan akses jaringan 4G, BAKTI berkolaborasi dengan operator telekomunikasi. Telkomsel menjadi salah satu operator yang menyediakan mayoritas jaringan seluler dalam program tersebut.

        “Ada sekitar 6.747 lokasi atau desa yang menggunakan layanan tersebut. Selanjutnya, ada 131 lokasi Palapa Ring, tetapi pemain layanan yang aktif sekitar 57,” ujar Fadhilah.

        Secara keseluruhan, pembangunan akses internet BAKTI hingga kini telah menjangkau lebih dari 31.000 lokasi. Infrastruktur tersebut mayoritas dimanfaatkan untuk mendukung sektor pendidikan.

        “Sekitar 68% dari total lokasi pembangunan akses internet berada di sektor pendidikan,” jelas Fadhilah.

        Sektor kesehatan menjadi penerima manfaat terbesar kedua dengan porsi sekitar 5,89%. Sementara itu, sekitar 19,9% lokasi lainnya mencakup kantor pemerintahan dan berbagai pusat kegiatan masyarakat.

        Pemanfaatan konektivitas tersebut mencakup pasar tradisional, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, lokasi usaha dan pelayanan usaha, hingga fasilitas transportasi publik.

        Fadhilah mengatakan pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penyediaan akses internet. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat mampu mengadopsi layanan digital dan konektivitas yang tersedia dapat mendukung aktivitas ekonomi, termasuk perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

        Baca Juga: Komdigi Buka Uji Publik Aturan Baru BAKTI, Masyarakat Diajak Beri Masukan

        Baca Juga: BAKTI Percepat Perbaikan Kabel Laut Palapa Ring Tengah, Layanan Diproyeksikan Pulih 11 Agustus

        Baca Juga: BCA Buka Lowongan Program Magang Bakti untuk Lulusan SMA/SMK hingga S1, Ini Syaratnya

        Kebutuhan tersebut akan meningkat seiring bertambahnya penggunaan aplikasi dan layanan digital. Peningkatan penggunaan layanan digital juga mendorong kebutuhan kapasitas bandwidth yang lebih besar.

        Karena itu, BAKTI menetapkan empat prinsip dalam pembangunan konektivitas, yakni keberlanjutan masyarakat untuk mendorong adopsi dan inklusi, kualitas layanan, skalabilitas UMKM, serta keberlanjutan industri telekomunikasi.

        Dengan kombinasi infrastruktur terestrial dan nonterestrial, BAKTI menempatkan satelit sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat perluasan konektivitas ke wilayah yang belum mudah dijangkau jaringan konvensional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: