Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BAKTI Bangun 6 BTS di Flores Timur, Sekolah Mulai Andalkan Internet untuk Asesmen

        BAKTI Bangun 6 BTS di Flores Timur, Sekolah Mulai Andalkan Internet untuk Asesmen Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membangun 6 BTS serta mendukung sekitar 262 akses internet di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperluas konektivitas di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

        Kehadiran infrastruktur tersebut mulai mengubah aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan. Sekolah yang sebelumnya kesulitan mendapatkan sinyal kini dapat memanfaatkan internet untuk mendukung administrasi hingga pelaksanaan asesmen digital.

        Flores Timur merupakan salah satu daerah dengan tantangan geografis cukup kompleks karena terdiri atas wilayah kepulauan, pegunungan, serta kawasan rawan bencana. Kondisi tersebut sebelumnya membuat masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh sinyal.

        Kepala Dinas Kominfo Flores Timur Silvester Suban Toa Kabelen mengatakan keterbatasan jaringan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga sekolah dan fasilitas kesehatan.

        “Masyarakat kami atau teman-teman di sekolah, bahkan fasilitas kesehatan, Puskesmas, Pustu, harus menjangkau berkilometer-kilometer jarak untuk mendapatkan tempat bersinyal sehingga bisa mengakses informasi, memberikan laporan, menyampaikan data,” ujar Silvester dalam agenda BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

        Dalam kondisi tertentu, masyarakat bahkan harus mencari lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan jaringan.

        “Kadang naik pohon karena di bawah tidak ada sinyal, jadi harus naik pohon,” kata Silvester.

        Setelah konektivitas tersedia, kebutuhan sekolah pun mulai bergeser. Tantangan yang sebelumnya berfokus pada ketersediaan sinyal kini berkembang menjadi kebutuhan terhadap kapasitas jaringan yang lebih besar.

        Kepala SMAN 1 Titehena Konradus Kudarto mengatakan internet telah menjadi bagian penting dari aktivitas sekolah, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan asesmen.

        Baca Juga: Internet BAKTI Bikin Petani 3T Tak Lagi Bergantung Tengkulak

        Baca Juga: BAKTI Andalkan Satria-1 Percepat Internet di 3T, 31.000 Lokasi Sudah Terhubung

        Baca Juga: Setelah Bangun 31 Ribu Titik Internet, BAKTI Mulai Susun Strategi Keluar

        Namun, peningkatan penggunaan internet juga memunculkan tantangan baru berupa keterbatasan bandwidth ketika banyak pengguna mengakses jaringan secara bersamaan.

        “Saya datang dengan harapan besar supaya ada peningkatan kapasitasnya, sudah ada di lapangan tapi ada sesuatu yang harus dibenahi supaya itu bisa dimaksimalkan,” ujar Konradus.

        Menurutnya, kebutuhan bandwidth semakin penting ketika sekolah melaksanakan asesmen secara digital. Dalam satu waktu, sekitar 450 siswa bersama 50 guru dan pengawas dapat menggunakan jaringan secara bersamaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: