Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Heran Banyak Rakyat Miskin Masih Bisa Tersenyum: Luar Biasa, Saya Tidak Mengerti

        Prabowo Heran Banyak Rakyat Miskin Masih Bisa Tersenyum: Luar Biasa, Saya Tidak Mengerti Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah. Namun, di tengah kehidupan masyarakat yang serba terbatas, Prabowo justru mengaku heran karena masih banyak rakyat yang mampu menjalani hidup dengan penuh senyuman.

        Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran motor listrik nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menggambarkan kondisi sebagian masyarakat yang bahkan memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

        "Rakyat kita masih banyak yang miskin, yang luar biasa rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu, satu stel, rumahnya hanya gedek. Makanya saya tidak mengerti, masih bisa tersenyum," kata Prabowo dalam peluncuran motor listrik nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

        Baca Juga: Jurus Prabowo Goda Rakyat Pakai Motor Listrik: Bisa Tukar Tambah, DP 0% hingga Hemat 70%

        Menurut Prabowo, kemampuan masyarakat Indonesia untuk tetap tersenyum di tengah kesulitan menjadi salah satu karakter yang melekat kuat. Ia kemudian mengaitkannya dengan sifat bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan penuh kebaikan.

        "Tidak pernah saya mengajak kita untuk membenci. Sifat bangsa kita justru sangat ramah, kita terkenal dengan keramahan kita, kebaikan kita. Itu adalah DNA kita, itu adalah memang sifat kita," ujarnya.

        Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa keramahan tersebut terkadang justru ditafsirkan oleh bangsa lain sebagai tanda kelemahan. Kondisi itu, menurutnya, dapat membuat Indonesia terlambat menyadari ketika kekayaan dan sumber daya alamnya dimanfaatkan secara tidak semestinya.

        Baca Juga: Trauma Diamuk, Puan Janji Tak Ada Joget-joget di Sidang Tahunan: Tapi Gembira Boleh Dong

        "Sifat yang seperti ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat yang lemah. We are considered the soft state," ucap Kepala Negara.

        Indonesia, lanjut Prabowo merupakan negara besar dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, luas wilayah dan besarnya sumber daya yang dimiliki terkadang membuat masyarakat tidak menyadari betapa besar potensi Indonesia.

        "Negara kita sangat besar, kadang-kadang saking besarnya, kita tidak sadar berapa besar negara kita. Dan negara kita sangat kaya, saking banyak kekayaan kita kadang-kadang kita nggak sadar betapa kaya kita," ujar Prabowo.

        Prabowo kemudian menyinggung berbagai persoalan yang menurutnya telah berlangsung cukup lama, mulai dari pengambilan sumber daya alam hingga aktivitas pertambangan ilegal. Ia menilai Indonesia terkadang terlalu lambat merespons ketika kekayaan negara diambil di depan mata.

        "Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita. Begitu lama sumber alam kita diambil, diselundupkan, dilakukan tambang ilegal. Harta kita, kekayaan kita diambil di depan mata kita, kadang kita lambat bereaksi," tambah Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: