Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Putin Muncul di Pulau Sengketa Kuril, Jepang Sebut Tindakan Rusia Tak Bisa Diterima

        Putin Muncul di Pulau Sengketa Kuril, Jepang Sebut Tindakan Rusia Tak Bisa Diterima Kredit Foto: Sputnik/Mikhail Tereshchenko
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Rusia Vladimir Putin memicu kemarahan Jepang setelah mengunjungi Kepulauan Kuril yang masih menjadi sengketa kedua negara. Tokyo menilai wilayah tersebut merupakan bagian dari Jepang secara historis maupun berdasarkan hukum internasional.

        Putin mengunjungi sebuah pabrik pengolahan ikan di Pulau Iturup. Pulau tersebut dikenal sebagai Etorofu dalam bahasa Jepang dan merupakan salah satu wilayah yang diklaim Tokyo.

        Dalam kunjungan tersebut, Putin disebut mendapat suguhan kaviar. Laporan mengenai kunjungan itu disampaikan media Rusia dan dikutip Deutsche Welle.

        Iturup merupakan satu dari empat pulau yang disebut Jepang sebagai Wilayah Utara. Rusia masih menguasai kawasan tersebut sejak Uni Soviet mengambil alihnya pada 1945.

        Setelah pengambilalihan tersebut, sekitar 17.000 penduduk Jepang dideportasi dari kepulauan tersebut. Saat ini, sekitar 20.000 warga Rusia disebut tinggal di pulau-pulau yang disengketakan.

        Sengketa Kepulauan Kuril menjadi salah satu persoalan yang membuat Rusia dan Jepang belum menandatangani perjanjian damai resmi setelah Perang Dunia II. Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022.

        Kepulauan Kuril membentuk rangkaian pulau vulkanik yang membentang dari Semenanjung Kamchatka di Rusia hingga Hokkaido di Jepang. Lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena berada di jalur antara Samudra Pasifik dan Laut Okhotsk.

        Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyampaikan protes keras pemerintahnya atas kunjungan Putin. Tokyo menegaskan kembali klaimnya terhadap empat pulau yang disengketakan.

        "Wilayah Utara merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Jepang, baik secara historis maupun menurut hukum internasional, dan pemerintah Jepang sangat memprotes kunjungan ini," demikian bunyi pernyataan tersebut.

        Baca Juga: Kunjungan Putin ke Kuril Picu Kemarahan Jepang, Sengketa Wilayah Kembali Memanas

        Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga mengecam kunjungan Putin ke wilayah sengketa tersebut. Ia menilai tindakan Presiden Rusia itu telah melukai perasaan masyarakat Jepang.

        "Kunjungan itu melukai perasaan rakyat Jepang dan sama sekali tidak dapat diterima," kata Takaichi kepada wartawan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: