Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Dibilang Gak Becus, Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras Sampai Pingsan

        Pemerintah Dibilang Gak Becus, Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras Sampai Pingsan Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan bahwa pemerintah tidak bekerja maksimal dalam menyelesaikan berbagai persoalan negara. Dalam pidato kenegaraan, ia pun memamerkan sederet kebijakan transformasi yang telah diputuskan pemerintah sekaligus mengungkap kerja keras para menteri di kabinetnya.

        Prabowo menyebut pemerintah telah mengambil 121 kebijakan transformasi selama 663 hari sejak dirinya menjabat. Menurutnya, sejumlah persoalan tersebut bahkan sudah bertahun-tahun belum terselesaikan sehingga membutuhkan keputusan dan langkah konkret dari pemerintah.

        "Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan. Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Prabowo dalam pidato Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (14/8/2026).

        Baca Juga: Prabowo Bahas MBG di Sidang Tahunan, Pesannya Keras untuk Calon Koruptor

        Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari intensitas kerja para menteri dan pembantunya di pemerintahan. Bahkan, Prabowo mengungkap ada sejumlah menteri yang sampai mengalami gangguan kesehatan akibat beban pekerjaan.

        "Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa diantara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang operasi, ada yang pingsan, ada yang kecapekan," tegas Presiden.

        Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi bukti kesungguhan jajaran pemerintah dalam menjalankan berbagai agenda yang telah ditetapkan. Ia pun menegaskan bahwa kerja keras kabinetnya dilakukan untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini membebani negara.

        "Demikian bukti kesungguhan dari Pemerintah yang saya pimpin, dari kabinet yang membantu saya," lanjut Presiden Prabowo.

        Meski menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para menterinya, Prabowo kemudian melontarkan candaan soal kondisi tersebut. Ia berjanji akan memberikan waktu istirahat lebih banyak kepada para pembantunya dalam sisa masa jabatannya.

        Baca Juga: Puji-pujian Prabowo ke Listyo di Tengah Isu Pergantian Kapolri: Saya Bangga, Rakyat Juga Mengakui

        “Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka. Dan mereka menjawab, janji tinggal janji,” ujarnya.

        Di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD RI, Prabowo juga menyampaikan optimisme mengenai perekonomian Indonesia. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6% pada akhir 2026.

        Optimisme itu didasarkan pada kinerja ekonomi sepanjang semester I-2026 yang menunjukkan pertumbuhan positif. Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat tumbuh 5,61%, sedangkan secara kumulatif pada semester I-2026 pertumbuhannya mencapai 5,45%.

        Prabowo menyebut angka tersebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Ia pun meyakini target 6% masih dapat dicapai melalui kebijakan yang tepat.

        "Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6%," ucap Prabowo.

        Selain pertumbuhan ekonomi, investasi turut menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja.

        Sementara pada semester I-2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun. Investasi tersebut juga disebut telah menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja bagi masyarakat.

        Namun, Prabowo mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan tingginya investasi bukanlah tujuan akhir pemerintah. Baginya, seluruh capaian tersebut harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

        "Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: