Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mahasiswa UI Ikut Gibran ke NTT, BEM Bongkar Fakta Mengejutkan

        Mahasiswa UI Ikut Gibran ke NTT, BEM Bongkar Fakta Mengejutkan Kredit Foto: Sekretariat Wakil Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Universitas Indonesia (UI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI memberikan penjelasan terkait keterlibatan mahasiswa Fakultas Psikologi dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8/2026).

        Mahasiswa tersebut ditugaskan untuk mendampingi korban gempa melalui program trauma healing. Namun, terdapat perbedaan narasi antara pihak kampus dan BEM UI.

        UI menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa merupakan penugasan resmi atas permintaan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). 

        Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyebut mahasiswa yang berangkat adalah tingkat akhir dan seluruh aktivitas mereka berada di bawah pengawasan dosen serta psikolog fakultas.

        "Universitas Indonesia menerima permohonan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia untuk keikutsertaan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi UI dalam kegiatan pendampingan psikososial bagi warga terdampak di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur," kata Erwin, dikutip Senin (24/8).

        Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut dijalankan sesuai kaidah akademik dan kode etik profesi. Mahasiswa dipilih melalui mekanisme penugasan resmi fakultas, bekerja sama dengan Tim UI Peduli yang lebih dulu berada di lokasi. Semua laporan kegiatan wajib disampaikan ke universitas.

        Selain itu, Erwin memastikan mahasiswa tidak menerima honorarium atau imbalan apa pun. Dukungan yang diberikan hanya berupa transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama bertugas.

        "Keikutsertaan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi," jelasnya.

        Sementara itu, BEM UI menyampaikan pandangan berbeda. Menurut mereka, mahasiswa yang berangkat tidak mengetahui sejak awal bahwa kunjungan dilakukan bersama Wapres Gibran. 

        "Ini kita baru mengetahui setelah itu terjadi. Jadi kita juga sudah berkomunikasi dengan (pihak fakultas) Psikologi dan BEM Fakultas Psikologi. Kalau nggak salah, (mahasiswa yang ikut) angkatan tahun 2023 untuk melakukan PFA (psychological first aid)," kata Wakil Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Alexander Farrel dlam program On Point di YouTube Kompas TV.

        Baca Juga: Rp3,5 Miliar untuk Ijazah Gibran, Kader PSI: Sudah Layak Jadi Presiden

        BEM juga mempertanyakan alasan hanya mahasiswa UI yang dilibatkan, bukan dari kampus lain. Pertanyaan ini muncul karena kunjungan berlangsung hanya dua hari setelah BEM UI menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Selasa (18/8/2026).

        UI menutup pernyataannya dengan memastikan aspek keselamatan, pendampingan akademik, serta kesinambungan studi mahasiswa tetap terjaga selama penugasan berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: