Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Atome Finance Salurkan Bantuan PLTS dan Alat Usaha untuk UMKM Terdampak Bencana di Agam

        Atome Finance Salurkan Bantuan PLTS dan Alat Usaha untuk UMKM Terdampak Bencana di Agam Kredit Foto: Pupuk Kaltim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Atome Finance Indonesia menyalurkan bantuan infrastruktur energi dan peralatan usaha bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (13/8). 

        Bantuan fisik yang diserahkan meliputi satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid berkapasitas 1,1 kWp yang dialokasikan untuk Rumah Produksi Kopi Bundo Pagadih. Selain itu, terdapat 20 unit peralatan produksi modern yang dibagikan kepada UMKM klaster kopi, garmen, dan kuliner.

        Tidak hanya menyerahkan alat, sebanyak 54 karyawan Atome Finance juga diterjunkan ke lokasi untuk memberikan edukasi literasi pengelolaan risiko keuangan kepada warga. 

        Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia, Meri Ui, menyatakan bahwa intervensi ini ditujukan agar para pelaku usaha mikro di wilayah terdampak dapat segera memulihkan perekonomian mereka.

        "Melalui intervensi energi terbarukan PLTS Off-Grid dan mesin produksi modern ini, kami ingin memastikan UMKM di Kecamatan Palupuh dapat segera kembali berproduksi secara mandiri dan mengembangkan usahanya," ujar Meri di lokasi penyaluran bantuan. 

        Camat Palupuh, Nong Rianto, menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai bantuan yang diberikan tepat sasaran dengan kondisi warga pasca-bencana.

        "Intervensi ini menyasar kebutuhan paling krusial warga kami saat ini, yaitu kepastian energi untuk rumah produksi kopi dan peremajaan alat usaha bagi ibu-ibu penjahit serta pembuat kuliner," ungkap Nong Rianto.

        Secara kalkulasi ekonomi, program bantuan sosial ini diproyeksikan memiliki rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:3,42 selama tiga tahun ke depan.

        Angka tersebut mengindikasikan bahwa setiap Rp1.000 dana yang disalurkan berpotensi menghasilkan perputaran nilai manfaat ekonomi sebesar Rp3.420 bagi masyarakat setempat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: