- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Satu Pembangkit Listrik Nuklir Masuk Roadmap PLN, Operasi Perdana Diproyeksi 2037
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT PLN (Persero) mulai menghitung tahapan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama Indonesia. Perusahaan setrum negara itu menargetkan proses pelelangan proyek nuklir dimulai pada 2027, dengan satu unit pembangkit diperkirakan dapat masuk ke sistem kelistrikan setelah melalui rangkaian tahapan pembangunan sekitar satu dekade.
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, mengatakan pembangunan satu unit PLTN telah masuk dalam simulasi tahapan proyek yang disusun perseroan. Dalam perhitungan tersebut, PLN memasukkan sejumlah tahapan mulai dari pelelangan, studi kelayakan, penutupan pembiayaan, konstruksi, hingga commissioning.
"Kalau kita lihat di sini, di sini sudah masuk satu unit, ada waktu commissioning, ada waktu construction yang hanya 5 tahun, ada feasibility study, ada financial close, dan ada pelelangan," ujar Evy dalam paparannya pada Energy Week 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Evy, seluruh tahapan tersebut membutuhkan perencanaan waktu yang ketat. Dengan memperhitungkan rangkaian proses pembangunan, pelelangan proyek nuklir harus dimulai paling lambat pada 2027.
"Maka seluruh pelelangan itu seharusnya sudah dimulai pada tahun 2027, paling telat seperti itu," katanya.
Evy menjelaskan, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai skenario, pembangunan satu unit PLTN membutuhkan waktu sekitar 10 tahun sejak proses awal yakni proses pelelangan, financial close, feasibility study, pembangunan fisik, serta commissioning.
"Pembangunan untuk nuklir tersebut tidak bisa seperti gas atau PLTU yang hanya membutuhkan waktu 5 sampai 7 tahun. Ini memerlukan waktu 10, 12, bahkan 15 tahun," jelasnya.
Pengembangan nuklir menjadi bagian dari rencana transformasi sistem kelistrikan PLN. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN memasukkan pembangunan pembangkit nuklir dengan kapasitas awal 500 megawatt (MW) atau 2x250 MW yang direncanakan berada di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.
Evy menyebut kebutuhan nuklir Indonesia tidak berhenti pada kapasitas awal tersebut. Dalam proyeksi jangka panjang, kebutuhan kapasitas nuklir diperkirakan meningkat secara bertahap.
Baca Juga: PLN Kejar Lelang Pembangkit Listrik Nuklir Mulai Januari 2027
"Kalau berdasarkan tahun 2034 memang kebutuhan kita masih 0,5 atau 500 Megawatt Nuclear Power Plant, tapi kalau kita lihat sampai tahun 2060 itu 35 GW," kata Evy.
PLN juga tengah menyiapkan berbagai kajian sebelum memasuki tahapan pembangunan. Evy menyebut pengembangan PLTN mengikuti milestone internasional dengan sejumlah tahapan evaluasi kesiapan.
"InsyaAllah di fase 1 kita sudah lewat. Mudah-mudahan segera akan ada in-depth missions untuk melihat kesiapan kita untuk masuk ke nuklir," tutup Evy.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra