Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Program Pertamina Trans Kontinental Berhasil Tingkatkan Keanekaragaman Hayati Kawasan Mangrove Kariangau

        Program Pertamina Trans Kontinental Berhasil Tingkatkan Keanekaragaman Hayati Kawasan Mangrove Kariangau Kredit Foto: Pertamina Trans Kontinental (PTK)
        Warta Ekonomi, Balikpapan -

        Program Revitalisasi Mangrove (PORTAL) yang dijalankan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menunjukkan dampak positif terhadap keanekaragaman hayati di wilayah operasional Pertamina Trans Kontinental Shorebase Tanjung Batu (PSTB), Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

        Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan PSTB, jumlah spesies flora dan fauna di kawasan mangrove tersebut terus bertambah. Kondisi ini menjadi indikator positif bahwa kawasan konservasi mangrove mampu menyediakan habitat yang mendukung keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

        Vice President HSSE PTK Nasruli mengatakan, program revitalisasi mangrove di kawasan Kariangau dilakukan untuk mempertahankan fungsi ekologis, ekonomi, dan fisik hutan bakau. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan kawasan pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.

        “Program PORTAL merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian alam yang dikembangkan PTK sejak 2022, sekaligus menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PTK Shorebase Tanjung Batu juga melakukan monitoring dan evaluasi kawasan mangrove untuk mengukur dampak nyata dari program tersebut,” ujar Nasruli dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

        Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keanekaragaman hayati yang cukup signifikan. Pada kelompok fauna, tercatat 49 jenis yang berasal dari 33 famili. Keragaman burung menjadi salah satu yang mengalami peningkatan paling tinggi, yakni sebesar 48%, dari 25 jenis pada 2022 menjadi 37 jenis pada 2026.

        Selain burung, jumlah spesies herpetofauna yang mencakup amfibi dan reptil meningkat dari enam menjadi sembilan jenis. Sementara itu, jumlah jenis mamalia bertambah dari dua menjadi tiga jenis.

        Peningkatan juga terjadi pada kelompok flora. Jumlah jenis tumbuhan tercatat naik 61%, dari 13 jenis pada 2022 menjadi 21 jenis pada 2026. Vegetasi di kawasan tersebut didominasi oleh habitus pohon dengan proporsi 57%.

        Dua jenis mangrove yang menjadi vegetasi dominan adalah Bakau Minyak (Rhizophora apiculata) dan Api-api Hitam (Avicennia alba). Keduanya berperan penting dalam menstabilkan substrat kawasan pesisir sekaligus menyerap karbon.

        “Peningkatan jumlah spesies yang teridentifikasi ini menjadi bukti pentingnya kawasan mangrove PTK Shorebase Tanjung Batu sebagai benteng perlindungan biodiversitas Indonesia. Melalui temuan ini, PTK terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian ekosistem secara berkelanjutan, melindungi habitat alami satwa endemik, serta menciptakan lingkungan yang sehat agar tercipta keseimbangan ekologis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” kata Nasruli.

        Baca Juga: Pertamina Pulihkan 56 SPBU di Flores, Distribusi BBM Kembali Normal Usai Gempa NTT

        Baca Juga: Pertamina Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Pengungsi di Reo

        Baca Juga: Pertamina Hadir Dampingi Warga Terdampak Gempa Flores

        Evaluasi Berbasis Metode Ilmiah

        Monitoring dan evaluasi program PORTAL dilakukan dengan menerapkan prinsip pengelolaan ekosistem melalui pendekatan ilmiah terpadu. Sejumlah metode digunakan untuk mengidentifikasi dan memantau keberadaan flora serta fauna di kawasan mangrove.

        Metode tersebut meliputi jalur berpetak (line transect), Point Count/Indices Point of Abundance (IPA), Visual Encounter Survey (VES), serta pemasangan kamera jebak (camera trap).

        Pengamatan dilakukan pada empat formasi kluster alami mangrove, yakni Kluster Sonneratia, Kluster Sonneratia–Avicennia, Kluster Avicennia–Rhizophora, dan Kluster Rhizophora.

        Program PORTAL sendiri telah dikembangkan PTK sejak 2022 sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

        PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Logistics PT Pertamina International Shipping. Sebagai penyedia layanan maritim terpadu, PTK mengoperasikan ratusan armada kapal di sejumlah wilayah strategis Indonesia.

        Dalam menjalankan operasionalnya, PTK mengedepankan ketepatan waktu dan aspek keselamatan dengan tingkat keandalan layanan di atas 99%. Layanan terintegrasi perusahaan mencakup Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: