- Home
- /
- EkBis
- /
- Transportasi
Retrofit 2 KRL oleh INKA Tak Kunjung Selesai, KAI Commuter Ingatkan Penalti
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter masih menunggu proses upgrade teknologi (retrofit) rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang dikerjakan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Direktur Utama KAI Commuter, M Purnomosidi mengatakan, terdapat sejumlah kendala dalam proses retrofit dua trainset KRL yang dilakukan oleh INKA.
"Retrofit itu yang kita lakukan kan sekarang ada dua ya, dua trainset yang kita kerjakan dengan teman-teman INKA. Sekarang ini kami sebenarnya kami terus memantau update-nya itu, memang ada beberapa kendala teman-teman INKA," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (24/8/2026).
KAI Commuter disebutnya terus memantau perkembangan pengerjaan tersebut. Saat dimintai penjelasan mengenai hal tersebut, ia menyerahkan otoritas itu kepada INKA.
"Yang jelas sampai sekarang masih terus berproses ya. Kenapa kok lama gitu mungkin ya, karena nanti detailnya teman-teman INKA lah yang bisa menjelaskan. Tapi sekarang ini masih terus berprogres," kata Purnomo.
Kendati begitu, Purnomo mengingatkan ada konsekuensi bagi INKA jika target yang disepakati dalam proses retrofit dua rangkaian KRL ini tidak terpenuhi.
"Komplain pasti, denda pasti, penalti pastilah kan gitu ya. Karena kan kita jaga governance-nya ya. Ada kontrak berarti kalau ada yang nggak dipenuhi ya penaltinya pasti kita akan lakukan," tegas dia.
Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI, Commuter Karina Amanda menargetkan proses retrofit dua rangkaian kereta KRL alias bisa selesai secara bertahap hingga 2027.
"Kalau untuk retrofit kan memang kita ada dua trainset. Dua trainset ini ditargetkan satu trainset selesai di tahun 2026, satu trainset lagi di 2027," terang dia beberapa waktu lalu.
Baca Juga: KAI Commuter Gelar Commuter Run 2026 pada Oktober, Simak Info Pendaftarannya
Baca Juga: Angkutan Ritel Moncer, KAI Logistik Layani Lebih dari 2 Juta Kiriman hingga Juli 2026
Baca Juga: KAI Siapkan Lahan 2,1 Hektar untuk Pembangunan Rusun
Kereta hasil retrofit nantinya akan terdiri dari 12 gerbong (SF 12). Pengoperasian jenis kereta tersebut bakal menyesuaikan dengan lintas yang infrastrukturnya telah mendukung.
Karina menyampaikan, lintas yang berpotensi mengakomodasi pengoperasian dua trainset tersebut antara lain Bogor Line dan Cikarang Line. Namun, tidak menutup kemungkinan rangkaian tersebut juga akan dioperasikan di lintas lain setelah kesiapan infrastruktur terpenuhi.
"Karena dia kembali jadi retrofit-nya SF 12, kita akan operasikan pada lintas pelayanan yang memang secara prasarana atau infrastrukturnya memungkinkan. Tapi pada saatnya nanti line yang lain dapat mengakomodir, maka kita akan mengoperasikan juga di situ," jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan