Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang Demo 27 Agustus, IHSG Berpotensi Tertekan Aksi Profit Taking

        Jelang Demo 27 Agustus, IHSG Berpotensi Tertekan Aksi Profit Taking Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sentimen jelang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026 dinilai berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking) dan sikap risk-off di pasar saham dalam jangka pendek.

        Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, potensi meningkatnya volatilitas membuat sebagian investor memilih mengamankan keuntungan setelah IHSG sebelumnya mengalami penguatan.

        “Menurut saya, sentimen jelang aksi demonstrasi besok, 27 Agustus, memang berpotensi menjadi salah satu faktor yang memicu aksi profit taking dan risk-off jangka pendek,” ujar Nafan dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

        Menurut dia, rencana aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut dapat mendorong sebagian investor mengambil sikap wait and see hingga situasi politik dan keamanan dinilai lebih jelas.

        Meski demikian, Nafan menilai pelemahan IHSG lebih dari 1% tidak tepat jika sepenuhnya dikaitkan dengan sentimen demonstrasi. Pergerakan pasar saham juga dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari kondisi teknikal, rotasi sektor, aksi ambil untung, arus dana asing, hingga sentimen makroekonomi dan global.

        “Tidak tepat jika seluruh pelemahan IHSG lebih dari 1% hanya dikaitkan dengan demo,” katanya.

        Nafan menilai, apabila aksi demonstrasi berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang signifikan, dampaknya terhadap IHSG kemungkinan hanya bersifat sementara dan berbasis sentimen.

        Baca Juga: IHSG Anjlok 1,48% ke Level 6.405,68, Tekanan Jual Mendominasi

        Baca Juga: IHSG Diramalkan Bisa Melejit ke Level 8.000, Ini Skenarionya

        Baca Juga: Saham-saham Bank Big Caps Kompak Ambruk, IHSG Ikut Tertekan

        Dengan kondisi tersebut, tekanan terhadap pasar saham tidak serta-merta mencerminkan perubahan fundamental perekonomian maupun prospek emiten. Investor berpotensi kembali mencermati faktor fundamental setelah ketidakpastian terkait aksi demonstrasi mereda.

        Namun, risiko berbeda dapat muncul apabila aksi berkembang menjadi eskalasi yang meningkatkan ketidakpastian politik dan keamanan. Dalam skenario tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut karena premi risiko pasar ikut meningkat.

        “Sebaliknya, apabila terjadi eskalasi atau ketidakpastian politik meningkat, maka tekanan jual dapat berlanjut karena premi risiko pasar ikut naik,” tutup Nafan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: