Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Nvidia Melejit, Kekayaan Jensen Huang Naik Rp263 Triliun dalam Sehari

        Saham Nvidia Melejit, Kekayaan Jensen Huang Naik Rp263 Triliun dalam Sehari Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kekayaan CEO Nvidia Jensen Huang melonjak US$14,9 miliar atau sekitar Rp263 triliun dalam sehari setelah saham perusahaan semikonduktor tersebut melesat 8,7% pada perdagangan Kamis (27/8/2026).

        Lonjakan tersebut membuat kekayaan bersih Huang mencapai US$196,1 miliar. Berdasarkan data Forbes, angka itu mengantarkannya ke posisi keenam dalam daftar orang terkaya di dunia, menggeser CEO Meta Mark Zuckerberg dan pendiri Oracle Larry Ellison.

        Kekayaan Huang meningkat seiring kapitalisasi pasar Nvidia yang bertambah sekitar US$442 miliar atau Rp7.836 triliun dalam satu hari. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar kedua yang pernah dicatat perusahaan publik di dunia, setelah Microsoft yang sebelumnya membukukan lonjakan sekitar US$450 miliar.

        Saham Nvidia ditutup pada level US$227,98 per saham, naik 8,7% dan mendekati rekor tertingginya di US$236. Penguatan tersebut menjadi kenaikan harian terbesar Nvidia sejak April 2025.

        Lonjakan saham Nvidia terjadi setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal II tahun fiskal 2027 yang melampaui ekspektasi pasar. Pendapatan Nvidia mencapai US$96,2 miliar, tumbuh 106% secara tahunan dan berada di atas konsensus analis sebesar US$91,9 miliar.

        Laba per saham (earnings per share/EPS) yang disesuaikan mencapai US$2,22, meningkat 120% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut juga melampaui proyeksi Wall Street sebesar US$2,08.

        Sentimen pasar semakin positif setelah Nvidia untuk pertama kalinya memberikan proyeksi pendapatan setahun penuh untuk tahun fiskal 2028. Perusahaan memperkirakan pendapatan tumbuh sekitar 70%, jauh di atas ekspektasi analis yang sebelumnya berada di kisaran 45%.

        JPMorgan menilai proyeksi tersebut masih berpotensi konservatif. Nvidia menyebut keterbatasan pasokan sebagai faktor yang membatasi pertumbuhan, bukan lemahnya permintaan. Kondisi tersebut mengindikasikan permintaan terhadap produk Nvidia masih lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi yang dapat dipenuhi perusahaan.

        Optimisme pasar turut mendorong sejumlah perusahaan investasi menaikkan target harga saham Nvidia. Sedikitnya 13 perusahaan menaikkan target setelah laporan kinerja perusahaan dirilis.

        Raymond James menjadi salah satu yang paling agresif dengan menaikkan target harga Nvidia dari US$352 menjadi US$550 per saham. Target tersebut mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 140% dari harga penutupan Kamis.

        Melius Research menaikkan target harga Nvidia dari US$400 menjadi US$420 per saham. Bernstein menaikkannya dari US$315 menjadi US$400, sedangkan Rosenblatt Securities meningkatkan target dari US$325 menjadi US$390.

        Baca Juga: Server AI Nvidia Bakal Makin Mahal, Ini Biang Keroknya

        Baca Juga: Google Siapkan US$12,18 Miliar untuk Marvell, Ada Jejak Pendiri Asal Indonesia

        Bagi Huang, lonjakan saham Nvidia memberikan dampak langsung terhadap kekayaan pribadinya. Dengan kepemilikan sekitar 3% saham Nvidia, Huang menjadi salah satu miliarder dengan kenaikan kekayaan terbesar pada hari tersebut.

        Total kekayaan Huang kini berada di atas Zuckerberg yang tercatat US$195,6 miliar dan Ellison sebesar US$193,6 miliar. Namun, Huang masih berada di bawah Michael Dell yang menempati posisi kelima dengan kekayaan sekitar US$243,4 miliar.

        Kenaikan tersebut semakin menegaskan besarnya dampak perkembangan industri AI terhadap valuasi perusahaan semikonduktor sekaligus kekayaan para pemegang saham utama Nvidia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: