Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Projo Sudah Kantongi Sosok Penyebar Video Viral Budi Arie, Ternyata...

        Projo Sudah Kantongi Sosok Penyebar Video Viral Budi Arie, Ternyata... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Organisasi Projo akhirnya mengungkap asal mula beredarnya video viral dari Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Rekaman yang awalnya ditujukan sebagai dokumentasi internal organisasi ternyata keluar dari lingkup Projo setelah diteruskan oleh salah satu anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

        Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik mengatakan anggota yang meneruskan video tersebut telah dikenai sanksi secara organisasi. Meski demikian, Freddy memilih tidak mengungkap identitas anggota maupun bentuk hukuman yang diberikan.

        Baca Juga: Massa Demo 27 Agustus: Kami Kecewa, Gak Sesuai Ekspektasi

        "Sudah diberikan sanksi secara organisasi," kata Freddy, dikutip Sabtu (29/8/2026).

        Menurut Freddy, video tersebut pada awalnya sama sekali tidak ditujukan untuk konsumsi publik. Rekaman dibuat sebagai bagian dari dokumentasi internal Projo.

        Namun, situasi berubah setelah seorang anggota meneruskan rekaman tersebut kepada pihak di luar organisasi dari Projo.

        Freddy menjelaskan tindakan tersebut menjadi titik awal keluarnya video dari ruang internal. Setelah berada di luar organisasi, rekaman kemudian menyebar hingga akhirnya menjadi konsumsi publik.

        Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

        "Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

        Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

        Baca Juga: 'Projo Itu Relawan Semu Jokowi, Tidak Jelas Arahnya, Mirip Kabinet Bayangan'

        "Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: