Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Sektor Digital Jadi Salah Satu Penopang

        Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Sektor Digital Jadi Salah Satu Penopang Kredit Foto: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, mengatakan arah investasi ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor tradisional, tetapi mulai bergeser ke infrastruktur digital, kecerdasan buatan (AI), energi bersih, manufaktur maju, hingga mineral kritis.

        Rosan mengatakan Jakarta semakin diposisikan sebagai salah satu pusat investasi strategis Indonesia, terutama seiring berkembangnya sektor ekonomi digital dan kebutuhan infrastruktur teknologi.

        Menurut Rosan, perkembangan ekonomi digital membuat Jakarta memiliki posisi penting dalam menarik investasi yang berkaitan dengan teknologi dan industri masa depan.

        “Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya berkutat seputar mineral dan pengolahannya, namun merambah ke infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menentukan pertumbuhan dunia masa mendatang. Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan ini,” ujar Rosan dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

        Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi di Jakarta sepanjang semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun. Angka tersebut setara dengan 17,2% dari total investasi nasional.

        Dari sisi kontribusi ekonomi, Jakarta menyumbang 16,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal II 2026.

        Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar di Jakarta dengan nilai Rp54,4 triliun atau 31,3% dari total realisasi investasi.

        Sementara itu, sektor jasa lainnya mencatat investasi Rp43,6 triliun atau 25,1%. Sektor tersebut mencakup berbagai aktivitas yang berkaitan dengan ekonomi digital, seperti web hosting, pusat data (data center), dan portal web, serta rumah sakit.

        Investasi juga mengalir ke sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp28,4 triliun, perumahan dan perkantoran Rp14 triliun, serta konstruksi Rp12,9 triliun.

        Rosan melihat prospek Jakarta semakin kuat seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada 2030.

        Menurutnya, penguatan infrastruktur digital, termasuk pengembangan pusat data dan teknologi berbasis AI generasi berikutnya, dapat meningkatkan daya tarik Jakarta bagi investor global.

        Perubahan arah investasi tersebut juga membuat faktor penentu keputusan investor semakin beragam. Selain ukuran pasar dan biaya produksi, investor kini mempertimbangkan stabilitas, kepastian berusaha, kualitas infrastruktur, kemitraan, serta kejelasan visi pembangunan jangka panjang.

        Jakarta juga tengah dipersiapkan sebagai titik awal pengembangan pusat finansial internasional di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong penerapan praktik bisnis berstandar internasional.

        Baca Juga: Potensi Capai Rp8.000 Triliun, Industri Olahraga Jadi Ladang Investasi Baru

        Baca Juga: OJK Bongkar Duduk Perkara Soal Investasi Felda di BWPT yang Diungkap Anwar Ibrahim

        Untuk menjaga momentum investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memperkuat proses fasilitasi proyek melalui penyederhanaan layanan perizinan, peningkatan kepastian regulasi, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi atau debottlenecking.

        Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kementerian dan lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.

        Rosan mengatakan Jakarta pada semester I 2026 menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional. Karena itu, pemerintah pusat akan memastikan proyek-proyek investasi di Jakarta dapat berjalan sesuai komitmen.

        “Kita ketahui bahwa Jakarta berkontribusi sangat signifikan terhadap total realisasi investasi di Indonesia, dan kalau kita lihat Jakarta hampir selalu masuk ke dalam lima besar bahkan semester ini peringkat ke-1,” kata Rosan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: