Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Melemah, Ini Alasannya

        Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Melemah, Ini Alasannya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia mencatat kinerja negatif pada pekan lalu, ketika harga emas spot merosot 3,20% menjadi USD4.454,99 per troy ons pada perdagangan Jumat (28/8/2026).

        Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi tidak menutup kemungkinan harga emas dunia bakal semakin terkoreksi pada pembukaan perdagangan di Senin (31/8/2026) besok.

        "Untuk emas dunia sendiri Sabtu pagi ya ditutup di USD4.454 (per troy ons). Apabila harganya nanti terkoreksi di hari Senin kemungkinan di USD4.381 (per troy ons)," ujar dia, Minggu (30/8/2026).

        Menurut prediksinya, harga emas dunia bisa terjerumus ke level batas bawah (support) hingga USD4.262 per troy ons. Namun, bisa juga berbalik ke batas tertinggi (resisten) antara USD4.553-4.682 per troy ons. 

        "Jadi emas dunia itu dalam sepekan itu kemungkinan ditransaksikan di USD4 262 support-nya, resistance-nya itu di USD4.682," terang Assuaibi. 

        Baca Juga: Dalam Sepekan, Harga Emas Antam Turun Rp70.00

        Secara alasan, ia turut menyoroti pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh, yang mengatakan bahwa angka inflasi di Amerika Serikat masih cukup tinggi. 

        "Kemudian beliau juga menyampaikan beberapa pernyataan kunci tentang arah kebijakan moneter dan prinsip kepemimpinannya. Dia mengatakan bahwa saat ini ya pasar itu jangan melihat terhadap bank sentralnya, tapi melihat terhadap perekonomiannya," bebernya. 

        Sebelumnya, Warsh juga sempat menyampaikan bahwa pihak bank sentral AS tidak akan meningkatkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate). Lantaran suku bunga The Fed saat ini lebih tinggi daripada di bawah kepemimpinan Jerome Powell. 

        "Nah, ini yang kemungkinan besar membuat pasar sedikit bergejolak ya, walaupun terkoreksi kemungkinan besar akan terkoreksi sesaat," tutur dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: