Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ESET Perkuat Keamanan Siber Perusahaan dengan Platform ESET PROTECT Berbasis AI

        ESET Perkuat Keamanan Siber Perusahaan dengan Platform ESET PROTECT Berbasis AI Kredit Foto: F5
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ancaman keamanan siber di Indonesia semakin kompleks seiring meningkatnya aktivitas digital dan ketatnya tuntutan kepatuhan terhadap regulasi. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus memastikan pengelolaan data sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

        Laporan AwanPintar.id® mencatat, sepanjang semester I 2026 terdapat setidaknya 16 serangan siber setiap detik. Di tengah kondisi tersebut, perusahaan juga menghadapi tuntutan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

        Melihat tantangan tersebut, ESET memperkuat Platform ESET PROTECT dengan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk membantu organisasi meningkatkan perlindungan sekaligus mengelola kebutuhan compliance secara terpusat.

        Platform tersebut menyediakan konsol terpusat yang memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan, deteksi, hingga respons terhadap ancaman secara real-time. Sistem ini dapat diterapkan melalui infrastruktur cloud maupun on-premises, sesuai kebutuhan organisasi.

        CTO Prosperita Group Yudhi Kukuh mengatakan, kepatuhan terhadap regulasi keamanan data kini menjadi kebutuhan bagi perusahaan, bukan lagi sekadar pilihan.

        "Compliance terhadap regulasi seperti UU PDP dan rancangan UU KKS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan yang menuntut visibilitas penuh secara real-time di seluruh endpoint jaringan perusahaan," kata Yudhi.

        Menurutnya, Platform ESET PROTECT menggabungkan teknologi perlindungan berlapis yang ditenagai AI dengan dasbor terpadu. Integrasi tersebut memungkinkan perusahaan mengidentifikasi celah kerentanan lebih cepat sebelum dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

        Baca Juga: Forsiber Kritik 13 Jenis Kejahatan di RUU Perampasan Aset, 'Pilih di Luar Daftar, Maka Aset Anda Aman!'

        Kendali Keamanan dari Satu Konsol

        Platform ESET PROTECT dirancang untuk memberikan visibilitas menyeluruh terhadap perangkat yang terhubung dalam jaringan perusahaan. Melalui satu konsol, tim keamanan dapat memantau komputer kerja, server, virtual machine, hingga perangkat seluler.

        Selain memantau status perlindungan perangkat, tim IT juga dapat mengelola kebijakan keamanan, pemindaian, serta pembaruan sistem dari satu panel.

        Kemampuan tersebut memungkinkan perusahaan mengidentifikasi berbagai potensi ancaman, seperti malware, ransomware, dan phishing, secara lebih cepat sehingga risiko berkembangnya insiden keamanan dapat ditekan.

        Dari sisi implementasi, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk memilih deployment on-premises berbasis Windows atau Linux maupun layanan berbasis cloud tanpa harus mengelola server fisik sendiri.

        Platform ini juga menyediakan lebih dari 170 template laporan bawaan. Perusahaan dapat membuat laporan khusus berdasarkan lebih dari 1.000 titik data untuk memenuhi kebutuhan dokumentasi, audit, maupun compliance.

        Diperkuat Teknologi AI

        ESET turut memperluas pemanfaatan AI dalam Platform ESET PROTECT untuk membantu tim keamanan menghadapi ancaman yang semakin dinamis.

        Salah satunya melalui ESET LiveGuard Advanced yang menganalisis perilaku ancaman dan memberikan ringkasan insiden. Selain itu, ESET AI Advisor hadir sebagai asisten interaktif untuk membantu proses respons terhadap insiden keamanan.

        ESET juga menghadirkan ESET AI Agent Security untuk mengawasi rantai pasok komponen agent serta ESET AI Behavioral Monitoring yang mendeteksi dan memblokir aktivitas mencurigakan yang berada di luar kewenangan agent.

        Sementara itu, ESET AI Conversation Security dirancang untuk membantu memitigasi risiko kebocoran data sensitif akibat penggunaan AI generatif di lingkungan kerja.

        Teknologi lainnya, ESET AI Skills Checker, memungkinkan analisis terhadap file, ekstraksi URL rujukan, hingga simulasi perilaku dalam lingkungan terisolasi atau sandbox.

        Platform ESET PROTECT tersedia dalam sejumlah tingkatan, mulai dari ESET PROTECT Entry, Advanced, Complete, Enterprise, hingga Elite. Masing-masing paket menawarkan cakupan perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan skala organisasi.

        Untuk kebutuhan enterprise, ESET PROTECT Enterprise mengintegrasikan teknologi Extended Detection and Response (XDR) yang memberikan visibilitas lebih luas serta kemampuan threat hunting. Adapun ESET PROTECT Elite menggabungkan berbagai kemampuan pencegahan, deteksi, dan respons dalam satu solusi keamanan.

        ESET Siapkan Layanan MDR

        Penguatan keamanan siber tersebut juga akan dibahas dalam Prosperita Solution Day 2026 yang digelar Prosperita Group selaku distributor resmi ESET pada 2 September 2026 di Hutan Kota by Plataran, Melati Glass House, Jakarta.

        Mengusung tema "The Compliance Blueprint: Smart IT Security Reporting for Enterprise", kegiatan tersebut akan mempertemukan jajaran C-Level, profesional IT dan keamanan siber, auditor, serta pengelola risiko dari perusahaan dan instansi pemerintah.

        Agenda tersebut akan membahas pemanfaatan telemetri keamanan untuk membangun kerangka kerja compliance serta menerjemahkannya menjadi laporan risiko yang lebih terukur dan mudah dipahami oleh jajaran direksi.

        Dalam kesempatan yang sama, ESET juga akan meluncurkan Managed Detection & Response (MDR), layanan keamanan siber 24/7 yang mengombinasikan teknologi AI dengan keahlian manusia.

        Layanan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan mempercepat respons terhadap insiden keamanan, termasuk bagi organisasi yang belum memiliki tim spesialis keamanan siber internal.

        Puncak acara akan diisi dengan talk show yang menghadirkan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepala Bidang Keamanan Siber Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Arry Abdi Syalman, serta CTO Prosperita Group Yudhi Kukuh.

        Diskusi tersebut akan dipandu Parlindungan Marius dari Steering Committee Indonesia Network Operators Group (IDNOG).

        Yudhi berharap kehadiran Platform ESET PROTECT berbasis AI dan penyelenggaraan Prosperita Solution Day 2026 dapat mendorong penguatan ketahanan siber di Indonesia.

        "Kami berharap inisiatif Prosperita Solution Day 2026 dan hadirnya Platform ESET PROTECT berbasis AI akan mengakselerasi ketahanan siber nasional secara menyeluruh," pungkas Yudhi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: