Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Peregrine dan Sinar Primera Ekspansi Cold Storage di Indonesia, Bidik Kapasitas 35.000 Meter Persegi

        Peregrine dan Sinar Primera Ekspansi Cold Storage di Indonesia, Bidik Kapasitas 35.000 Meter Persegi Kredit Foto: Peregrine
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peregrine Cold Logistics (Peregrine/PCL) memperluas bisnis ke Indonesia melalui perusahaan patungan dengan Sinar Primera. Kemitraan tersebut akan mengakuisisi fasilitas cold storage di Pluit dan mengembangkan fasilitas baru di Narogong dengan total kapasitas mencapai 35.000 m² di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

        Ekspansi ini menjadi langkah Peregrine membangun jaringan rantai dingin (cold chain) di Indonesia sekaligus memperluas platform yang sebelumnya telah beroperasi di Filipina. Perusahaan menargetkan jaringan tersebut dapat menghubungkan produsen pangan, importir dan eksportir, perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG), serta jaringan quick service restaurant (QSR) dengan rantai pasok yang lebih terintegrasi.

        Tahap awal kerja sama mencakup akuisisi fasilitas cold storage milik Sinar Primera yang telah beroperasi di Pluit serta pengembangan lahan untuk fasilitas baru di Narogong.

        Fasilitas di Pluit dinilai memiliki lokasi strategis untuk melayani pelanggan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sementara fasilitas baru di Narogong akan dilengkapi kapasitas freezer dan chiller semiotomatis yang ditujukan memenuhi standar global.

        Kedua fasilitas tersebut akan menjadi bagian dari model operasional hub-and-spoke Peregrine untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan distribusi produk dengan pengendalian suhu.

        Co-Founder dan CEO Peregrine Cold Logistics Jeff Hogarth mengatakan ekspansi ke Indonesia menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun platform cold chain internasional yang terintegrasi.

        “Melalui kemitraan dengan Sinar Primera, kami menggabungkan pemahaman yang kuat terhadap pasar lokal dan infrastruktur yang telah tersedia dengan pengalaman operasional internasional serta jaringan pelanggan Peregrine. Tujuan kami bukan sekadar menambah kapasitas cold storage di Indonesia, tetapi juga menghubungkan pasar Indonesia dengan jaringan ASEAN dan GCC yang lebih luas. Dengan demikian, kami dapat menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi bagi pelanggan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang di kawasan.”

        Peregrine melihat Indonesia sebagai pasar strategis karena merupakan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Kebutuhan terhadap infrastruktur rantai dingin juga dinilai meningkat seiring pertumbuhan pendapatan masyarakat, urbanisasi, serta perkembangan industri pangan dan ritel.

        Sementara itu, Group Head Sinar Primera Hong Kah Jin mengatakan kemitraan tersebut menggabungkan pengalaman Peregrine di bidang rantai dingin dan jaringan klien internasional dengan pemahaman Sinar Primera terhadap pasar Indonesia serta kemampuan pengembangan infrastruktur lokal.

        “Kami sangat senang dapat menjalin kerja sama dengan Peregrine, dengan menggabungkan keahlian mereka yang telah terbukti di bidang rantai dingin (cold chain) serta jaringan klien internasional yang luas, dengan kemampuan kami dalam mengeksekusi pasar lokal dan menyediakan infrastruktur berkualitas. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur berpengendali suhu yang terus meningkat di Indonesia, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.”

        Baca Juga: IKI Manufaktur Agustus 2026 Turun, Industri Nasional Masih dalam Zona Ekspansi

        Baca Juga: Intel Siapkan Pendanaan hingga US$15 Miliar untuk Ekspansi Bisnis Chip

        Melalui perusahaan patungan tersebut, Peregrine dan Sinar Primera akan menggabungkan aset dan akses lahan lokal dengan pengalaman operasional serta jaringan pelanggan Peregrine di pasar internasional.

        Pengembangan fasilitas cold storage tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan perusahaan pangan dan ritel terhadap penyimpanan produk dengan pengendalian suhu, sekaligus memperkuat infrastruktur rantai pasok pangan di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: