Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying PPDS Undip Usai Dokter Yuda Meninggal

        Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying PPDS Undip Usai Dokter Yuda Meninggal Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menelusuri dugaan bullying yang kembali mencuat di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip). Dugaan tersebut mencuat setelah kabar meninggalnya Residen PPDS dr Yuda Nabella Prameswari, M Biomed, ramai dibicarakan di media sosial.

        Peristiwa tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan praktik perundungan dalam pendidikan dokter spesialis. Salah satu unggahan sejawat bahkan menyoroti dugaan penggunaan panggilan 'babu' oleh PPDS senior kepada junior.

        Unggahan itu juga mempertanyakan persoalan relasi kuasa dan dugaan fraud akademik di lingkungan pendidikan kedokteran. "Junior, senior, konsulen, termasuk doktor dan profesor setara. Punya tupoksi masing-masing. Saling bahu membahu demi keselamatan pasien," cuit salah satu dokter.

        Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan pihaknya sedang memeriksa informasi mengenai dugaan bullying tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah persoalan yang beredar benar berkaitan dengan praktik perundungan.

        "Untuk turun ke sana, apakah ini bullying atau bukan. Jadi kita sedang melakukan pemeriksaan," kata Azhar, Selasa (1/9/2026).

        Azhar memastikan Kemenkes akan mengambil tindakan jika dugaan bullying terbukti. "Kalau misalnya ternyata bullying, terbukti, otomatis nanti kita akan ada langkah-langkah seperti biasa," ujarnya.

        Menurut Azhar, tindakan tersebut dapat mencakup evaluasi terhadap sistem pendidikan yang berjalan. Kemenkes juga membuka kemungkinan melakukan perbaikan sistem hingga menghentikan sementara kegiatan apabila diperlukan.

        "Apakah memang perlu ditutup ataupun perbaikan-perbaikan," imbuhnya.

        Dugaan bullying di PPDS Undip menjadi sorotan karena persoalan serupa sebelumnya pernah muncul di lingkungan tersebut. Kemenkes kini akan mengevaluasi kembali rencana perbaikan yang sebelumnya telah disusun setelah kasus terdahulu.

        Baca Juga: Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Dokter Internsip di Depok, Tak Temukan Bullying dan Pelanggaran Jam Kerja

        "Kita kan punya planning, apa-apa saja yang mereka harus lakukan. Kalau ternyata baik pihak Undip ataupun pihak Kariadi, saya nggak tahu ini dia stasenya di mana, itu tidak melakukan, ya tentu saja nanti sanksinya lebih berat," jelas Azhar.

        Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi yang sebelumnya disepakati benar-benar diterapkan. Pemeriksaan juga akan melihat pelaksanaan perbaikan di institusi pendidikan dan rumah sakit terkait.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: