Kredit Foto: Andi Hidayat
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti pernyataan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menyebut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak memiliki KTP.
Anies merasa pernyataan tersebut tidak asing baginya.
"Kok seperti dejavu ya… (Catatan seriusnya: yang ini sumbernya di bawah kendali dan tanggung jawab kita.)" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (2/9).
Sebagai catatan, pada Juli 2022 Anies pernah menggunakan analogi serupa untuk menjelaskan bahwa polusi udara Jakarta tidak hanya bersumber dari dalam kota. Ia menyebut, “Angin tidak memiliki KTP.” Udara kotor bisa terbawa angin dari kawasan industri atau pembangkit listrik di sekitar Jakarta, lintas batas wilayah administratif.
Dalam debat capres di KPU, Jakarta, 12 Desember 2023, Anies kembali menegaskan bahwa kualitas udara Jakarta dipengaruhi polutan dari luar wilayah.
"Tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tidak punya KTP, angin tidak punya KTP. Angin itu bergerak dari sana ke sini," ujar Anies.
Sementara itu, Raja Juli menjelaskan bahwa asap karhutla dapat melintasi batas negara, termasuk dari Malaysia ke Indonesia.
Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi, Ade Armando Sorot Kedekatan Dokter Tifa dengan Anies
"Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya dari sini, ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena emang asap enggak ada KTP-nya gitu," kata Raja Juli di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tetap berupaya maksimal agar dampak karhutla tidak merugikan negara tetangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: