Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bank Milik Chairul Tanjung Siapkan Rp300 Miliar untuk Buyback, Sahamnya Anjlok Hampir 40%

        Bank Milik Chairul Tanjung Siapkan Rp300 Miliar untuk Buyback, Sahamnya Anjlok Hampir 40% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank milik konglomerat Chairul Tanjung, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), bersiap melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp300 miliar. Aksi korporasi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 3 September hingga 2 Desember 2026.

        Manajemen Allo Bank menjelaskan, buyback saham dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga saham agar pergerakannya dapat lebih mencerminkan kinerja dan fundamental perseroan.

        Berdasarkan data perdagangan, saham BBHI ditutup menguat 2,86% atau 25 poin ke level Rp900 per saham pada Rabu (2/9/2026). Namun, secara year to date (YtD), saham BBHI masih mencatat koreksi 39,5%. Harga saham BBHI telah turun 590 poin dari level Rp1.485 per saham pada perdagangan 2 Januari 2026.

        Selain itu, langkah buyback saham menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan. Allo Bank juga berharap kebijakan ini dapat mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

        "Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023," kata manajemen Allo Bank dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (3/9/2026).

        Dari sisi operasional, Manajemen Allo Bank memperkirakan pelaksanaan buyback tidak akan menimbulkan dampak material terhadap biaya operasional maupun kinerja laba-rugi perseroan. Manajemen juga menilai potensi kerugian akibat pengalihan aset berupa kas menjadi saham treasuri tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap pendapatan.

        Manajemen Allo Bank menilai penggunaan dana hingga Rp300 miliar, atau sekitar 1,93% dari total aset perseroan, masih berada dalam kapasitas keuangan yang memadai. Perseroan meyakini aksi tersebut tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha maupun likuiditas.

        “Hal itu mengingat perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” jelas manajemen Allo Bank.

        Baca Juga: ERAA Buyback Ratusan Juta Saham di Harga Rp422,64, Ini Total Treasurinya

        Baca Juga: DUCK Minta Waktu Tambahan untuk Buyback Saham, Kejar Proses Go Private

        Meski demikian, jika seluruh dana buyback sebesar Rp300 miliar digunakan, total aset dan ekuitas perseroan berpotensi turun dengan nilai yang sama. Kondisi tersebut juga akan berdampak pada rasio kecukupan modal (CAR).

        Dengan menggunakan posisi keuangan per 30 Juni 2026 sebagai dasar perhitungan, CAR Allo Bank secara proforma diperkirakan turun sekitar 2,77%, dari 66,35% menjadi 63,58%.

        Manajemen Allo Bank menegaskan, penurunan tersebut masih berada dalam tingkat yang dapat dikelola dan tidak akan mengganggu keberlangsungan bisnis maupun rencana pengembangan perseroan.

        “Karena perseroan pada saat ini memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta buyback saham,” ungkap manajemen Allo Bank.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: