Kredit Foto: Istimewa
PT Brantas Abipraya akan segera menuntaskan proses pemangkasan 29 entitas usaha menjadi hanya 1 perusahaan induk, sebagai bagian dari transformasi dan penataan BUMN Karya.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengapresiasi upaya benah-benah yang dilakukan oleh Brantas Abipraya. Menurut dia, transformasi perusahaan bukan sekadar menyederhanakan struktur, tapi juga membangun bisnis yang lebih fokus, sehat, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
"Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat," kata Dony dikutip dari tayangan akun Instagram resmi @bumn_id, Kamis (3/9/2026).
Dony menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya proyek yang diperoleh. Ia menekankan pentingnya kualitas proyek, disiplin dalam eksekusi, serta kemampuan setiap proyek menghasilkan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan.
"Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor," pinta dia.
Tak hanya Brantas Abipraya, BUMN Karya lainnya juga turut menyiapkan diri guna menghadapi proses transformasi. Semisal PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang rencana disiapkan Danantara untuk menjadi BUMN pengelola jalan tol kedua di Indonesia setelah PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) mengklaim pihak grup usaha sudah punya kesiapan dalam mengawal proyek jalan tol, khususnya dengan utilisasi alat sendiri.
"Ini kan banyak kan pekerjaan jalan tol ini kan kita punya alatnya. Mulai dari paver, launcher (gantry), bridging plan itu pasti punya. Terus operasi dan maintenance-nya pasti seperti kalau Jasa Marga itu kan JMTM-nya (Jasamarga Tollroad Maintenance). Nah kita kan sudah ada bagian daripada itu," kata Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: BP BUMN Dorong Transformasi Telkom: Pangkas 68 Anak Usaha jadi 18
Baca Juga: Waskita Karya Infrastruktur Targetkan Pertumbuhan Sehat, Fokus Perkuat Bisnis Konstruksi dan EBT
Baca Juga: Merger Mitratel dan TBIG, Danantara Buka Kemungkinan Kolaborasi BUMN-Swasta
Atas dasar itu, Bambang meyakini Waskita dan anak usahanya memiliki bekal yang cukup untuk memandu jalan tol.
"Jadi kalau dilihat sih pastinya secara parenting portfolio itu kita masih inline dengan kondisi apapun yang diarahkan oleh Danantara," ujar dia.
Hanya saja, Waskita dan tim masih menunggu arahan pasti dari Danantara.
"Tapi kan kita kan tetap bersinergi dengan yang lain. Kita juga punya anak, Waskita Beton Precast gitu. Terus mungkin kalau di jalan tol kan pastinya ada pengelolaan rest area. Kita juga belum tahu arahnya itu," ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dian Ihsan