- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
Waskita Karya Infrastruktur Targetkan Pertumbuhan Sehat, Fokus Perkuat Bisnis Konstruksi dan EBT
Kredit Foto: Waskita Karya
PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) menyiapkan strategi pemulihan dan pengembangan bisnis dengan menitikberatkan pada pertumbuhan yang sehat, penguatan pasar eksternal, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Plt Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto mengatakan perusahaan tidak hanya mengejar peningkatan volume pekerjaan, tetapi juga mempertimbangkan kepastian penagihan, margin, risiko proyek, serta potensi benturan dengan kepentingan bisnis perusahaan induk.
"Proyek yang diperoleh harus memiliki kepastian penagihan, margin wajar, risiko terkendali, dan tidak berbenturan dengan kepentingan bisnis induk usaha," kata Bambang dalam keterangannya.
Menurut Bambang, strategi transformasi WKI dilakukan melalui tiga tahap, yakni pemulihan melalui perbaikan internal, reposisi dengan memperluas pangsa pasar, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Dari sisi perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB), Bambang menyebut kinerja WKI meningkat dalam periode 2021 hingga 2025. Pada 2025, realisasi NKB mencapai 100,07 persen dari target.
Khusus lini konstruksi, realisasi NKB mencapai 104,41 persen dari target. Perolehan tersebut didominasi pasar eksternal yang dinilai mencerminkan peningkatan daya saing perusahaan di pasar terbuka.
Saat ini, WKI menggarap sejumlah proyek konstruksi, antara lain perbaikan Tol Kayu Agung–Palembang, Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Merauke, peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada di Batam, pengaspalan Tol Palembang–Betung 1 dan 2, pekerjaan tanah pembangunan Tol Bocimi Seksi 3A dan 3B, serta pembangunan Ramp Off Tol Bocimi.
Perusahaan juga menyebut telah menyelesaikan atau berkontribusi dalam sejumlah proyek, termasuk Tol Cimanggis–Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Gedung Setpres, dan Bendungan Rukoh.
Selain konstruksi, WKI mengembangkan bisnis pengelolaan peralatan, trading, manufaktur, serta investasi energi.
Pada lini pengelolaan peralatan, WKI saat ini mengelola 341 unit aset. Jumlah tersebut berpotensi meningkat menjadi sekitar 1.200 unit melalui rencana pengalihan aset dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku induk usaha.
Namun, rencana pengalihan atau inbreng tersebut masih dalam proses dan belum efektif. Pelaksanaannya menunggu persetujuan dan penyelesaian proses korporasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Di lini trading, WKI memasok sejumlah material untuk kebutuhan proyek konstruksi, seperti agregat A dan B, granular backfill, pasir, serta tanah merah.
Sementara itu, bisnis manufaktur WKI mencakup pabrikasi baja yang berlokasi di Cikande. Fasilitas tersebut melayani kebutuhan tower transmisi, pabrikasi baja, dukungan proyek, serta operation and maintenance.
Bambang mengatakan pengelolaan aset pada 2026 diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama dengan mitra.
"Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan," ujarnya.
WKI juga mempertahankan investasi energi sebagai salah satu strategi jangka panjang. Perusahaan mengembangkan portofolio EBT secara selektif, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan berbagai solusi energi terbarukan lainnya.
Sebelumnya, WKI melakukan investasi melalui PT Waskita Sangir Energi yang telah didivestasi pada 2025. Pengembangan bisnis energi kemudian dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi.
Bambang mengatakan pengembangan EBT akan dilakukan secara terukur dan berbasis kemitraan.
"WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap. Harapan kami ke depan agar WKI dapat tumbuh dengan cara yang sehat, terukur, dan berkelanjutan," kata Bambang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: