Diserang Trump Gara-gara Pakai Hijab, Gubernur New York: Saya Tak Akan...
Kredit Foto: Reuters
Gubernur New York Kathy Hochul mendadak menjadi sorotan setelah penampilannya mengenakan hijab saat berkunjung ke Pusat Kebudayaan Islam New York menuai reaksi keras. Bukan hanya tokoh konservatif yang memperdebatkannya, Presiden Donald Trump juga ikut menanggapi dan melontarkan kritik terhadap Hochul.
Namun, Hochul memilih tidak mundur. Ia justru memberikan respons tegas terhadap Trump dan menegaskan dirinya tidak akan meminta maaf karena mengenakan hijab ketika berada di tempat ibadah Muslim.
"Saya tidak akan pernah meminta maaf."
Momen Hochul mengenakan hijab terlihat dalam klip video yang diunggah di X oleh akun End Wokeness. Dalam video itu, Hochul terdengar menyampaikan apresiasinya kepada pihak yang menyambut kedatangannya di pusat kebudayaan tersebut.
Baca Juga: Makin Gila! Israel Susun Rencana Usir Paksa Seluruh Warga Palestina dari Gaza
“Saya ingin berterima kasih kepada Yang Mulia Bapak Albanai, berterima kasih atas sambutan hangatnya, membuat saya merasa menjadi bagian dari keluarga -- kepada imam kami, dan semua pengurus organisasi ini."
Namun, momen tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari Trump. Trump membagikan tangkapan layar video Hochul melalui Truth Social dan mengaitkan penampilan tersebut dengan kepentingan politik.
"Kathy Hochul, yang dianggap sebagai Gubernur terburuk di negara ini, dalam sebuah foto baru-baru ini bekerja keras untuk mendapatkan Suara Arab, meskipun mereka tidak tahan dengannya! Pemberlakuan harga kemacetan di Manhattan merugikannya di mata semua orang, tetapi terutama orang-orang yang untuknya dia mengenakan hijab. Semua ini GILA!"
Hochul kemudian membagikan kembali tanggapan Trump tersebut di X. Alih-alih meminta maaf, ia justru balik menyinggung sikap Trump dan para pendukungnya yang disebutnya Islamofobia.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Arya Wedakarna Dikawal Prajurit TNI saat Hadiri Kontes Transgender Thailand
"Saya adalah tamu di sebuah tempat ibadah Muslim dan menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang yang menyambut saya. Itu dulunya standar di negara ini sebelum Anda datang. Saya tidak akan pernah meminta maaf karena memperlakukan orang-orang dari agama apa pun dengan bermartabat, tidak peduli seberapa Islamofobia Anda dan para pendukung Anda."
Perdebatan tidak berhenti pada perseteruan Hochul dan Trump. Sejumlah tokoh konservatif juga ikut mengkritik keputusan Hochul mengenakan hijab. Sebagian di antaranya menyoroti waktu kunjungannya yang terjadi menjelang peringatan 25 tahun peristiwa 9/11, sementara lainnya mempermasalahkan penggunaan hijab dan menganggapnya tidak sejalan dengan pandangan feminisme.
"Kita hanya tinggal DUA BELAS HARI lagi menuju peringatan ke-25 peristiwa 9/11, dan Gubernur New York Kathy Hochul mengenakan hijab. MEMALUKAN BAGINYA," kata tokoh konservatif Graham Allen.
Sementara itu, NYYRC juga melontarkan tudingan mengenai sumber pendanaan tempat Hochul berkunjung. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyoroti keterlibatan negara asing dalam pendanaan masjid.
"NYYRC dapat secara eksklusif mengungkapkan negara dunia ketiga mana: masjid tempat dia berbicara hampir seluruhnya didanai oleh Kuwait. Negara-negara asing ikut campur dalam urusan kita dan gubernur kita dengan senang hati membiarkan mereka."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: