Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sebaran Abu Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi Indonesia

        Sebaran Abu Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi Indonesia Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar di atmosfer ke lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

        Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan peta sebaran tersebut disusun berdasarkan gabungan informasi erupsi dan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Magma Indonesia, informasi VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG.

        "Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” tutur Lana dalam konferensi pers update situasi terkini pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring, Minggu (6/9/2026).

        Menurut Lana, pola penyebaran abu dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Selain faktor meteorologi, tinggi kolom erupsi juga turut menentukan arah dan jangkauan sebaran abu.

        "Arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin," kata dia.

        Dia menyebut potensi dampak yang lebih luas dapat meningkat jika kolom erupsi semakin tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu ke jalur penerbangan maupun wilayah permukiman.

        Baca Juga: Pelabuhan Merak-Bakauheni Belum Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Banyak Batalkan Perjalanan

        Baca Juga: Penerbangan Terdampak Abu Anak Krakatau, Garuda Indonesia Siapkan Opsi Refund

        Baca Juga: Bandara Soekarno Hatta Kembali Ditutup hingga 17.30 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

        Untuk keselamatan, dia melarang masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

        Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap beraktivitas seperti biasa dengan terus memperhatikan perkembangan informasi dari pemerintah.

        "Masyarakat diharapkan juga tidak terpancing isu-isu erupsi Gunung Api Krakatau yang berasal dari sumber tidak terpercaya," ucap Lana.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Dian Ihsan

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: