Bisa Tampung 2.000 Orang, 'Jembatan Cinta' Kim Jong Un dan Putin Resmi Beroperasi
Kredit Foto: Reuters/Maxim Shemetov
Hubungan Rusia dan Korea Utara diperkirakan semakin erat setelah kedua negara merampungkan jembatan jalan raya yang melintasi Sungai Tumangan di wilayah perbatasan. Jembatan sepanjang 1 kilometer tersebut diresmikan pada Senin (7/9) oleh Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song dan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin.
Jembatan tersebut mampu melayani hingga 300 kendaraan dan lebih dari 2.000 orang setiap hari. Kehadiran jalur baru ini diharapkan memperkuat konektivitas kedua negara sekaligus mendorong aktivitas lintas batas.
Jembatan itu diberi nama Yakov Novichenko, diambil dari nama seorang perwira Tentara Merah Soviet yang dipercaya pernah menyelamatkan nyawa pendiri Korea Utara, Kim Il Sung. Kerabat Novichenko turut hadir dalam upacara peresmian jembatan tersebut.
Dalam upacara peresmian, sejumlah truk terlihat melintasi jembatan sambil mengibarkan bendera nasional Rusia dan Korea Utara. Para pejabat mengatakan fasilitas penyeberangan tersebut dapat melayani 300 kendaraan dan lebih dari 2.000 orang per hari, dikutip dari media Jepang NHK.
Jembatan jalan raya tersebut berada di dekat Jembatan Persahabatan yang telah lebih dahulu menghubungkan kedua negara melalui jalur kereta api. Jembatan kereta api tersebut diresmikan pada 1959, setelah berakhirnya Perang Korea.
Rusia dan Korea Utara sebelumnya telah memiliki koneksi transportasi langsung melalui jalur kereta api dan udara. Namun, kedua negara hingga kini belum memiliki jembatan jalan raya yang menghubungkan wilayah masing-masing.
Mishustin mengatakan jembatan baru tersebut akan mendorong pembangunan ekonomi, pariwisata, dan penciptaan lapangan kerja. "Saya yakin bahwa perluasan infrastruktur transportasi lintas batas akan memberikan dorongan kuat bagi pengembangan lebih lanjut kerja sama perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya," kata Mishustin dalam sambutan video di upacara peresmian, dikutip kantor berita Rusia TASS.
Baca Juga: Prabowo Santai ke Rusia, Tapi Pastikan Karhutla dan Gempa Ditangani
Peresmian jembatan tersebut berlangsung ketika Moskwa dan Pyongyang terus memperdalam hubungan, terutama di bidang militer. Kedekatan itu semakin terlihat setelah Korea Utara mengerahkan ribuan pasukan ke Rusia di tengah perang Rusia-Ukraina.
Hubungan Rusia dan Korea Utara memang semakin dekat sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Korea Utara kemudian mengirimkan ribuan tentara ke wilayah Kursk, Rusia, untuk membantu pasukan Rusia menghadapi Ukraina.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: