- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum
Kredit Foto: Grup Djarum
Keluarga Hartono atau Grup Djarum disebut mulai memperbesar penempatan aset di luar negeri dengan nilai investasi sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp24 triliun. Langkah ini dinilai berbeda dari pola investasi mereka sebelumnya yang lebih banyak berfokus di Indonesia.
Kabar pengalihan investasi ini dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg pada Senin (7/9/2026). Dalam laporannya, sejumlah entitas yang berkaitan dengan keluarga Hartono telah melakukan investasi di berbagai negara.
Bahkan, dari media Korea Selatan, Maeil Business menyebut pengalihan kekayaan keluarga Hartono ke luar negeri mulai dilakukan sejak 2023. Sejak itu, sejumlah perusahaan yang mereka kuasai aktif berinvestasi di luar negeri.
Menanggapi kabar itu, Manager Corporate Communications PT Djarum, Budi Darmawan buka suara.
Dia menyatakan, mayoritas bisnis dan investasi Djarum masih berpusat di Indonesia. Ia menyebut lebih dari 90% bisnis Djarum berada di dalam negeri, meski perseroan juga memiliki sejumlah investasi di luar negeri.
Menurut Budi, investasi di luar negeri merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio bisnis yang wajar dilakukan perusahaan. Hal serupa juga dilakukan sejumlah kelompok usaha besar Indonesia lainnya.
“Kalau dalam bisnis hal yang wajar, ada yang meningkatkan performa bagi portofolio, hal yang wajar. Dan banyak dilakukan juga,” ujar Budi kepada Warta Ekonomi, Rabu (9/9/2026).
Ia mencontohkan sejumlah konglomerasi Indonesia yang memiliki investasi di luar negeri, seperti Barito milik Prajogo Pangestu yang memiliki bisnis di Singapura, Salim Group di Filipina, hingga Bakrie di Australia. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi portofolio bisnis.
Di sisi lain, Budi menegaskan Djarum tetap memiliki fokus utama di Indonesia. Selain bisnis industri tembakau, Djarum juga terus mengembangkan investasi di berbagai sektor di dalam negeri.
“Djarum sendiri lebih dari 90% bisnisnya di dalam negeri,” kata Budi.
Ia menjelaskan, pengembangan bisnis Djarum antara lain dilakukan untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi. Dalam industri rokok, misalnya, kebutuhan terhadap kertas dan filter menjadi bagian dari rantai pasok yang dikembangkan perusahaan.
“Industri rokok itu kan juga membutuhkan kertas, kemudian filter. Itu kita lakukan. Kemudian yang kita lakukan strategi bisnis industri rokok, dan ini pinjaman asing. Pengembangan strategis dari kita untuk terintegrasi,” jelasnya.
Baca Juga: Keluarga Hartono Disebut Alihkan Investasi US$1,4 Miliar ke Luar Negeri
Baca Juga: Di Balik Warisan Rp209 Triliun Michael Bambang Hartono, Ini Sosok Empat Ahli Warisnya
Baca Juga: Putra Mahkota Djarum Kembali Pimpin AEI Hingga 2029, Ini Agenda Besar Armand Hartono
Djarum Perluas Sektor Bisnis di Indonesia
Memasuki 2025 hingga saat ini, Djarum juga mulai memperluas portofolionya ke sejumlah sektor lain di Indonesia. Budi menyebut perseroan telah masuk ke bisnis teh dan bakmi, serta mengembangkan peternakan sapi perah di Brebes.
Groundbreaking peternakan sapi perah tersebut dilakukan pada akhir Juli. Menurut Budi, investasi ini sejalan dengan kebutuhan nasional karena sebagian kebutuhan susu Indonesia masih dipenuhi melalui impor.
"Baru mulai bangun peternakan sapi perah itu diharapkan membantu atau mengurangi impor susu dari luar negeri,” ujarnya.
Dengan berbagai ekspansi tersebut, Budi menegaskan Djarum tetap menempatkan Indonesia sebagai basis utama bisnisnya.
“Kita bisnis di Indonesia,” tegas Budi.
Ia mengatakan keputusan untuk terus berinvestasi di dalam negeri juga berkaitan dengan komitmen Djarum untuk tumbuh bersama perekonomian Indonesia, termasuk melalui pengembangan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap penerimaan negara.
Komitmen tersebut, lanjut Budi, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan bisnis. Djarum juga terlibat dalam pengembangan olahraga dan budaya.
Dalam bidang olahraga, dukungan Djarum kini tidak hanya berfokus pada bulu tangkis. Perseroan juga membina sepak bola putri, mendukung cabang panahan dan panjat tebing, serta memberikan dukungan di tingkat perguruan tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: