Setuju Rocky Gerung Jadi Ordal Istana, Denny: 'Daripada Dikuasai Orang-orangnya Jokowi seperti Qodari dan Paman Usman'
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Pegiat media sosial Denny Siregar memberikan pandangannya terkait kabar masuknya akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung ke dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahan di media sosialnya, ia menilai Rocky sebagai sosok yang unik, berpikir bebas, dan sulit diatur. Denny juga mengungkapkan pengalaman pribadinya saat bertatap muka langsung dengan sosok yang kerap melontarkan kritik pedas tersebut.
"Rocky ini adalah karakter yang unik, cara berpikirnya bebas dan liberal, susah diatur karena semau dirinya saja, tidak suka uang karena buat dia bukan itu tujuan, dan pergaulannya luas," ujar Denny Siregar.
Denny mengakui bahwa di masa lalu dirinya termasuk pihak yang kerap berseberangan dan menyerang Rocky Gerung. Namun, ia memberi apresiasi atas konsistensi Rocky yang sejak awal memberikan peringatan mengenai kekeliruan dalam tata kelola pemerintahan.
Sembari berseloroh, Denny mengenang momen peremuannya dengan Rocky. "Satu waktu pas ketemuan, dia bilang, 'Udah selesai Den dungunya?' Sialan," kelakar Denny.
Terkait gelombang kritik yang kini menerpa Rocky pascamasuk lingkungan istana atau orang dalam (ordal) Istana, Denny menganggap hal tersebut sebagai bagian dari karakter Rocky yang tidak peduli pada persepsi publik.
"Sekarang dia digebukin lagi ramai-ramai karena masuk Wantimpres. Banyak yang enggak rela, tapi itulah Rocky. Dia enggak peduli, dia punya misi sendiri. Mungkin dia berpikir, 'daripada Prabowo dipengaruhi orang-orang Jokowi, mending gua yang pengaruhi,'" ungkapnya.
Lebih lanjut, Denny membeberkan peta hubungan politik Rocky Gerung. Menurutnya, Rocky sejak awal tidak menyukai kepemimpinan Joko Widodo yang dinilainya merusak konstitusi. Sebaliknya, Rocky memiliki hubungan dekat dan sering berdiskusi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Prabowo Subianto.
"Baginya, Jokowi itu perusak konstitusi. Sedangkan Prabowo sudah benar karena hanya Prabowo lah yang berani melawan oligarki yang selama ini berada di belakang Jokowi. Begitu cara berpikirnya," kata Denny.
Denny menyambut positif kehadiran Rocky di dalam lingkaran istana untuk mengimbangi pemikiran para figur loyalis Jokowi.
"Saya pribadi suka banget Rocky masuk ke dalam. Rocky akan menggoyang logika berpikir Pratikno, Paman Usman, dan Qodari yang notabene adalah die hard-nya Jokowi. Kebayang berisiknya di dalam ketika mereka berdebat keras tentang pertimbangan apa yang harus dibawa ke Presiden," tegasnya.
Ia menutup pandangannya dengan mendukung keberadaan Rocky di lingkungan pusat kekuasaan. "Buat saya, mending Rocky di dalam daripada istana dikuasai orang-orang yang hanya ingin mendapat keuntungan pribadi. No Rocky, no Party!" pungkas Denny.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: