Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data

        Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan meningkatnya volume pemrosesan data mendorong perusahaan di Indonesia untuk memperkuat infrastruktur teknologi, terutama sistem penyimpanan data yang menopang aplikasi dan layanan penting.

        Kondisi tersebut menjadi perhatian Hitachi Vantara yang melihat perusahaan tidak hanya membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar, tetapi juga infrastruktur yang mampu menangani beban kerja AI, analitik real-time, hingga sistem transaksi yang harus tersedia sepanjang waktu.

        Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia Ming Sunadi mengatakan kebutuhan tersebut semakin relevan seiring dengan berkembangnya ekonomi digital Indonesia.

        “Ekonomi digital Indonesia semakin bergantung pada layanan yang harus selalu tersedia, mulai dari transaksi keuangan, platform yang berhubungan langsung dengan pelanggan, hingga aplikasi AI yang terus berkembang,” ujar Ming di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

        Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal serta infrastruktur yang stabil.

        Di sisi lain, pemerintah juga tengah memperkuat kerangka pengembangan AI nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Agustus 2026 menyampaikan pemerintah sedang memfinalisasi rancangan Peraturan Presiden tentang Roadmap AI Nasional 2026–2029 dan AI Ethics.

        Perkembangan AI dan tingginya aktivitas digital membuat perusahaan harus menjalankan beban kerja baru tanpa mengganggu sistem inti yang sudah menopang operasional bisnis.

        Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Hitachi Vantara menghadirkan Virtual Storage Platform One (VSP One) Block High End di Indonesia.

        Platform penyimpanan berbasis all-flash NVMe itu ditujukan untuk menangani database perusahaan, sistem pemrosesan transaksi, analitik real-time, serta beban kerja AI. Hitachi Vantara mengklaim platform tersebut mampu mencapai hingga 50 juta operasi input dan output per detik (IOPS).

        Teknologi tersebut juga dilengkapi akselerasi kompresi berbasis hardware dan adaptive data reduction untuk menjaga kinerja ketika menangani kebutuhan komputasi tinggi.

        Menurut Hitachi Vantara, tantangan perusahaan bukan hanya bagaimana meningkatkan kapasitas penyimpanan, tetapi juga memastikan sistem mission-critical tetap berjalan ketika kebutuhan komputasi meningkat.

        Gangguan seperti downtime, penurunan performa, maupun kegagalan pemulihan data dapat berdampak langsung terhadap layanan yang digunakan pelanggan dan kelangsungan bisnis perusahaan.

        Selain performa, aspek keamanan dan pemulihan data juga menjadi bagian dari infrastruktur yang ditawarkan. VSP One Block High End mendukung immutable snapshots dan pemulihan otomatis.

        Platform tersebut juga dapat diintegrasikan dengan Ransomware Detection yang didukung CyberSense. Layanan berlangganan tersebut menggunakan AI untuk mendeteksi anomali, mengidentifikasi indikasi kerusakan akibat ransomware, serta membantu menemukan titik pemulihan dari snapshot yang masih bersih.

        Hitachi Vantara juga menyebut platform tersebut memiliki perlindungan bersertifikasi FIPS 140-3 Level 2 dan dirancang untuk mendukung operasional berkelanjutan pada beban kerja mission-critical.

        Enterprise Solutions Consultant Lead Hitachi Vantara Indonesia Sony Chahyadi mengatakan modernisasi infrastruktur perlu memperhatikan kebutuhan komputasi baru sekaligus menjaga sistem yang sudah berjalan.

        “Modernisasi infrastruktur bukan sekadar menambah kapasitas. Perusahaan membutuhkan kinerja yang andal untuk mendukung berbagai kebutuhan komputasi, pengelolaan yang lebih sederhana di lingkungan open systems dan mainframe, serta kemampuan untuk memulihkan data secara cepat dan akurat ketika terjadi gangguan,” kata Sony.

        Baca Juga: Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi

        Baca Juga: PBB Ketar-ketir AI Makin Canggih, Sebut Bisa Mengancam Eksistensi Manusia

        Baca Juga: AI Makin Banyak Dipakai, 41% Perusahaan Global Tambah Investasi Keamanan Siber

        Selain VSP One Block High End, Hitachi Vantara juga menghadirkan VSP 360 untuk membantu perusahaan mengelola infrastruktur secara terpusat, mengotomatisasi proses, serta memantau kondisi sistem dengan bantuan AI.

        VSP One Block High End kini tersedia di Indonesia melalui Hitachi Vantara dan jaringan mitranya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: