Merasa Difitnah Sarwendah, Ruben Onsu Bongkar 2 Penyebab Pilih Ogah Damai di Kasus Hak Asuh
Kredit Foto: Instagram/ruben_onsu
Polemik Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas setelah penyebab gagalnya mediasi keduanya menjadi sorotan. Pernyataan pihak Sarwendah yang menyebut Ruben menolak pemeriksaan kesehatan demi anak-anak langsung dibantah keras oleh kubu Ruben.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, bahkan menyebut pernyataan tersebut sebagai tudingan yang tidak semestinya dilontarkan dalam perkara yang masih berjalan. Ia menegaskan, Ruben sebenarnya tidak keberatan dengan pemeriksaan kesehatan, tetapi ada persoalan lain yang membuat proses mediasi tidak menemukan titik temu.
"Dikatakan gagalnya media itu adalah akibat Ruben tidak mau memeriksa kesehatan, meskipun demi anak-anak. Ini pernyataan sungguh kami sayangkan, ini model fitnah baru lagi," kata Minola dalam postingan di media sosial.
Baca Juga: Sarwendah Ogah Kembalikan Sertifikat Aset Milik Ruben Onsu, Alasannya...
Minola kemudian membeberkan dua hal yang menurutnya menjadi penyebab mediasi Sarwendah dan Ruben Onsu gagal. Persoalan pertama berkaitan dengan pertemuan Ruben dengan anak-anak mereka.
"Dua hal yang buat mediasi gagal. Satu, karena S tidak mau memberikan anak-anak berkumpul, bertemu dengan Ruben tanpa didampingi dia sebagai ibunya. Sementara Ruben ingin anak-anak bertemu hanya bertiga dengan dia saja, tanpa kehadiran ibunya," ujar Minola.
Sementara itu, persoalan kedua memang menyangkut pemeriksaan kesehatan. Namun, menurut Minola, bukan penolakan dari Ruben yang menjadi masalah, melainkan permintaan terkait pemeriksaan tersebut yang disebut terus mengalami perubahan.
"Kedua, masalah pemeriksaan kesehatan. Ruben tidak keberatan, yang tadinya diusulkan enam bulan sekali untuk memeriksakan kesehatan, tapi permintaan S jadi tiga bulan," ungkap Minola.
Baca Juga: Sarwendah Logikanya di Mana? Ruben Onsu Heran Digugat Balik Hak Asuh Anak
Minola menyebut Ruben pada awalnya tidak mempersoalkan usulan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan. Bahkan, ketika interval tersebut berubah menjadi tiga bulan, Ruben disebut masih tidak keberatan.
Masalah muncul ketika dalam sidang mediasi terakhir permintaan tersebut kembali berubah. Pemeriksaan kesehatan kemudian diminta dilakukan setiap bulan, bahkan disebut harus dilakukan setiap kali Ruben bertemu dengan anak-anak.
"Ruben tidak keberatan, tapi pada sidang mediasi akhir, diminta sebulan sekali, bahkan kemudian tiap pertemuan. Jadi perubahan-perubahan ini yang buat Ruben berpikir gagal mediasi," lanjutnya.
Menurut Minola, perubahan permintaan tersebut membuat Ruben mempertanyakan bagaimana proses mediasi bisa mencapai kesepakatan apabila hal yang sebelumnya sudah disetujui masih dapat berubah.
Ruben pun akhirnya memiliki pandangan bahwa mediasi sulit berhasil dalam kondisi tersebut. Minola meminta agar persoalan yang terjadi tidak kembali diarahkan menjadi tudingan bahwa Ruben menolak pemeriksaan kesehatan.
"Jadi tolong, jangan coba mem-framing atau fitnah baru terkait perkara yang sedang berjalan," ungkap Minola.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: