Tragedi Virgo Transport 8 Buka Lagi Luka Lama, Media Internasional Singgung Lemahnya Keselamatan Laut Indonesia
Kredit Foto: Ist
Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi laut Indonesia. Kantor berita Prancis AFP bahkan menyinggung lemahnya penegakan standar keselamatan armada dan pelayaran yang disebut menjadi salah satu persoalan di balik berulangnya kecelakaan laut di Indonesia.
Sorotan tersebut menjadi perhatian karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk menghubungkan wilayah antarpulau. AFP menyebut Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, dengan kapal feri menjadi salah satu moda transportasi yang umum digunakan masyarakat.
"Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, di mana kapal feri merupakan sarana transportasi yang umum digunakan. Bencana sering kali terjadi, sebagian disebabkan oleh lemahnya penegakan standar keselamatan," tulis AFP dalam laporannya.
Tragedi Virgo Transport 8 kemudian menjadi catatan terbaru dari persoalan tersebut. Kapal yang membawa ratusan orang dan puluhan kendaraan itu terbalik di tengah kondisi laut yang dilaporkan memiliki gelombang hingga tiga meter.
Data resmi mencatat Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang yang terdiri dari 213 penumpang dan 30 anak buah kapal. Hingga Senin, enam orang dinyatakan meninggal dunia, 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 129 lainnya masih dinyatakan hilang.
Besarnya jumlah korban yang belum ditemukan membuat operasi pencarian terus diperluas. Sebanyak 622 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait dikerahkan dengan dukungan 17 unit kapal serta pesawat udara.
Tim SAR memusatkan pencarian di wilayah perairan yang berjarak sekitar 148 kilometer dari Banjarmasin. Kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas yang masih berupaya menemukan korban.
Sebelum kecelakaan terjadi, nakhoda Virgo Transport 8 sempat mengirimkan sinyal bahaya. Namun, komunikasi kemudian terputus total pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Upaya penyelamatan sebelumnya berhasil menemukan 108 penumpang selamat dengan bantuan kapal tunda dan sejumlah armada yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai nasib kerabat mereka di posko darurat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Pelabuhan Surabaya.
Operasi pencarian juga menghadapi persoalan data karena jumlah riil orang yang berada di kapal berpotensi berbeda dengan catatan manifest. Praktik ketidaksesuaian manifest yang disebut masih terjadi menjadi persoalan tersendiri dalam proses pencarian, karena data penumpang menjadi salah satu acuan petugas untuk menentukan jumlah korban yang harus ditemukan.
Di tengah pencarian ratusan korban tersebut, perhatian kembali tertuju pada aspek kelaikan armada dan pengawasan keselamatan pelayaran. Pemerintah pun didorong memperketat pengawasan terhadap kondisi kapal dan standar operasional agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga: Puan Sentil Kecelakaan Laut Berulang Usai Kapal Virgo Transport 8 Terbalik
Virgo Transport 8 diketahui merupakan kapal buatan Jepang yang diproduksi pada 1987. Kapal dengan panjang sekitar 119 meter tersebut baru dibeli dan mulai dioperasikan di Indonesia sejak tahun lalu.
Namun, usia kapal semata tidak dapat langsung disebut sebagai penyebab kecelakaan. Faktor penyebab resmi tetap harus menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi pihak berwenang, sementara sorotan AFP menempatkan tragedi Virgo Transport 8 dalam persoalan yang lebih luas, yakni bagaimana standar keselamatan transportasi laut diterapkan dan diawasi di negara kepulauan seperti Indonesia.
Pemerintah kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut tidak berbanding lurus dengan risiko kecelakaan. Tragedi Virgo Transport 8 menjadi pengingat bahwa pengawasan keselamatan tidak hanya dibutuhkan setelah kecelakaan terjadi, tetapi harus berjalan sejak kapal dinyatakan laik berlayar hingga seluruh perjalanan selesai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: