Gerindra Soal Alasan Prabowo Depak Purbaya: Omongan Pak Menteri Sebelumnya Sulit Diterjemahkan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi menteri keuangan terus menjadi sorotan. Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti sosok itu memunculkan banyak dugaan namun tidak semata-mata dikaitkan dengan isu ketegangan politik.
Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad mengungkap adanya persoalan konsolidasi birokrasi di kementerian terkait yang dinilai belum optimal selama satu tahun terakhir. Ia mengatakan pemerintah memiliki evaluasi yang lebih luas terhadap kinerja dan dinamika di Kementerian Keuangan.
Baca Juga: PDIP Soal Kadernya Sowan ke Jokowi: Sudahlah, Kan Bukan Hanya Dia...
Ia menilai terdapat sejumlah pernyataan dari jajaran pimpinan kementerian terkait yang tidak selalu mudah dipahami oleh pejabat di tingkat eselon I dan eselon II. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat implementasi kebijakan di internal kementerian tidak berjalan seirama dengan pesan yang disampaikan kepada publik.
"Tapi betapapun demikian konsolidasi demokrasi kementerian keuangan dalam satu tahun ini kami menilai kami masih perlu konsolidasi ulang kembali, karena beberapa pandangan-pandangan dari eselon 1 eselon 2 terhadap berbagai pernyataan menteri sebelumnya (Purbaya) kadang-kadang sulit mereka menterjemahkannya," ungkapnya, dikutip Selasa (15/9/2026).
Kamrussamad kemudian menjelaskan dampak yang muncul ketika komunikasi antara pimpinan kementerian dan jajaran birokrasi belum sepenuhnya sinkron.
"Jadi lebih kepada konsolidasi birokrasinya belum selesai selama 1 tahun jadi ada dinamika di kementerian keuangan yang kadang-kadang antara pernyataan di eksternal di ruang publik dengan kebijakan itu belum sinkron," katanya.
Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan fiskal pemerintah. Di antaranya adalah penyetoran dividen dari Danantara ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga kewajiban terkait pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Menurut Kamrussamad, berbagai kebijakan tersebut perlu dievaluasi agar tetap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan tidak menambah beban dari APBN. Karena itu, ia menilai pergantian menteri keuangan merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan Presiden.
Kamrussamad juga menegaskan bahwa keputusan untuk mengganti menteri keuangan merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Ia tidak sepakat jika pencopotan kali ini hanya dibaca sebagai akibat dari rasa jengkel Prabowo.
Adapun Prabowo kini mempercayakan jabatan menteri keuangan kepada Suahasil Nazara. Sebelumnya, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan. Pelantikan Suahasil menjadi menteri keuangan dilakukan Prabowo pada Senin (14/9/2026).
Baca Juga: PDIP Soal Jokowi: Yang Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
Pergantian ini menjadi perubahan kedua di posisi menteri keuangan sejak berjalannya pemerintahan dari Prabowo . Purbaya sendiri sebelumnya ditunjuk menggantikan Sri Mulyani di September 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar