Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan tidak memiliki masalah dengan kader maupun pihak lain yang bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah mengatakan pertemuan dengan mantan presiden itu bukan alasan seseorang otomatis mendapatkan sanksi dari partai.
Baca Juga: Jokowi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Ibu Megawati, dan Suatu Saat Nanti Mesti Akan Ketemu
“Sudahlah, kan bukan hanya dia yang ke Pak Jokowi. Orang tiap hari mondar-mandir ke Pak Jokowi, kita biasa-biasa saja,” ungkap Said, dikutip Selasa (15/9/2026).
PDIP tidak menjadikan aktivitas tersebut sebagai persoalan. Said menegaskanpartainya saat ini sudah memiliki jalan politik yang berbeda dengan Jokowi. Karena itu, partai tidak merasa perlu mengurusi siapa saja yang datang menemui mantan Presiden tersebut.
“Pak Jokowi ke mana, kita ke mana, kita jalannya sudah berbeda. Sehingga enggak ada urusan,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa pihaknya memiliki kebijakan untuk menghukum kader yang berkomunikasi atau bertemu dengan Jokowi.
“Tidak ada orang datang ke beliau dipecat kecuali ada pelanggaran berat di internal partai, baru dia dipecat,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemecatan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Achmad Hidayat menjadi sorotan setelah waktunya disebut tidak lama setelah ia berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Achmad mengaku diberhentikan dari keanggotaan partainya melalui surat keputusan bertanggal 4 September 2026.
Sebelum keputusan tersebut terbit, ia diketahui berkunjung ke rumah Jokowi di Juli 2026. Ia kemudian mengunggah momen pertemuan tersebut di media sosial.
Achmad menegaskan kunjungan itu tidak dilakukan atas nama partai dan tidak membawa agenda politik tertentu, apalagi dari PDIP.
Baca Juga: PDIP Soal Jokowi: Yang Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
“Betul. Saya ke rumah beliau itu kurang lebih bulan Juli ya. Hanya jadi silaturahmi, lalu saya posting di Instagram itu. Nah, Bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP. Saya dipanggil oleh DPP,” kata Achmad.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar