Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IKM Parfum Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini, Kirim Produk Senilai Rp707 Juta

        IKM Parfum Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini, Kirim Produk Senilai Rp707 Juta Kredit Foto: Kemenperin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri kecil dan menengah (IKM) parfum asal Indonesia mulai memperluas pasar ke luar negeri. PT Follow Me Indonesia, perusahaan yang bergerak di industri wewangian, mengirim produk parfum dan gel rambut ke Papua Nugini dengan nilai ekspor sekitar US$40.436 atau setara Rp707 juta.

        Ekspor tersebut dilepas di Tangerang pada Senin (14/9). Pengiriman ini menjadi bagian dari ekspansi PT Follow Me Indonesia yang sebelumnya juga telah memasuki sejumlah pasar luar negeri, termasuk Jepang.

        Perusahaan yang telah beroperasi hampir tiga dekade itu awalnya berkembang dari skala industri kecil. Dalam perjalanannya, PT Follow Me Indonesia mengikuti sejumlah program pengembangan industri, termasuk fasilitasi sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dari Kementerian Perindustrian.

        Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, masuknya produk perusahaan ke pasar Papua Nugini menunjukkan adanya perkembangan kemampuan IKM kosmetik dalam memenuhi standar pasar ekspor.

        "Keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya salah satu merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor," kata Reni saat pelepasan ekspor produk PT Follow Me Indonesia, Senin (14/9).

        Papua Nugini menjadi pasar baru bagi perusahaan setelah sebelumnya berhasil mengirim produknya ke Jepang. Kedekatan geografis dengan Indonesia juga membuat negara tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi tujuan ekspor produk kosmetik dan wewangian.

        Dari sisi industri, pasar parfum dalam negeri juga terus berkembang. Kemenperin mencatat ekspor industri kosmetik Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$473,8 juta, naik 13,7 persen dibandingkan 2024 yang sebesar US$416,8 juta.

        Sementara itu, data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga Juli 2026 mencatat terdapat 1.655 pelaku industri kosmetik di Indonesia. Lebih dari 87 persen di antaranya merupakan IKM.

        Jumlah produk kosmetik yang telah terdaftar di BPOM juga telah menembus lebih dari 370 ribu produk hingga Agustus 2026.

        Bagi PT Follow Me Indonesia, ekspansi ke Papua Nugini tidak terjadi dalam waktu singkat. Perusahaan tersebut mulai mengikuti fasilitasi kemitraan dan temu bisnis IKM kosmetik yang digelar Ditjen IKMA sejak 2023.

        Setahun kemudian, perusahaan mendapat kesempatan mengikuti pameran Cosmetic Day serta Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Ditjen IKMA.

        Dari kegiatan temu bisnis tersebut, PT Follow Me Indonesia juga menjalin kemitraan dengan PT Indesso Aroma, perusahaan penyedia bahan baku parfum.

        Direktur Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan mengatakan proses tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan produksi sekaligus membuka akses pasar bagi perusahaan.

        "Ini membangkitkan semangat kita bahwa industri kosmetik Indonesia siap menjadi pemain kunci di tingkat dunia," kata Budi.

        Pemilik PT Follow Me Indonesia Henry Suhardja mengatakan produk yang dikirim dalam ekspor kali ini terdiri dari parfum dan gel rambut dengan nilai sekitar US$40.436.

        Baca Juga: Kemenperin: Investasi Industri EV Tembus Rp30,4 Triliun dan Serap 40 Ribu Tenaga Kerja

        Baca Juga: Mahasiswa Kemenperin Raih Emas di Malaysia, Siswa SMK Dapat Beasiswa ke China

        Baca Juga: Food Tray MBG Wajib SNI, Kemenperin Mulai Kawal Sertifikasi Industri

        "Kami berterima kasih dan bersyukur atas dukungan Ditjen IKMA Kemenperin serta seluruh pemangku kepentingan lainnya yang terus memberikan pembinaan kepada PT Follow Me Indonesia sebagai IKM binaan," ujar Henry.

        Menurut dia, akses terhadap pembinaan dan kolaborasi membantu perusahaan meningkatkan kapasitas sekaligus membuka peluang pasar baru di luar negeri.

        Ekspansi ke Papua Nugini menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan yang berawal dari skala kecil dapat memperluas pasar setelah memenuhi sejumlah standar produksi dan membangun jaringan bisnis. Bagi industri parfum nasional, bertambahnya tujuan ekspor juga membuka peluang untuk memperluas pasar di kawasan regional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: