Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mahasiswa Kemenperin Raih Emas di Malaysia, Siswa SMK Dapat Beasiswa ke China

Mahasiswa Kemenperin Raih Emas di Malaysia, Siswa SMK Dapat Beasiswa ke China Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah mahasiswa dan siswa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat prestasi di tingkat internasional. Capaian tersebut datang dari Politeknik ATI Makassar dan SMK-SMTI Pontianak, sementara SMK-SMAK Bogor mencatat prestasi akademik di tingkat Jawa Barat.

Politeknik ATI Makassar, misalnya, membawa pulang medali emas dan perak dari International Innovation and Invention Competition Through Exhibition (iCompEx) 2026 yang digelar Universiti Kebangsaan Malaysia dan Politeknik Sultan Abdul Halim Muadzam Shah pada Agustus 2026.

Medali emas diraih lewat inovasi “RESCUE-SYNC AI: Next-Gen Autonomous Building Emergency Ecosystem” yang diketuai Hamdan Gani. Sementara medali perak diperoleh melalui “UNIT SENSE AI: Smart AI Solution for Predictive Pump Maintenance & Utility Infrastructure” yang diketuai Muhammad Fadli Azis.

Kedua inovasi tersebut dikembangkan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Otomasi Sistem Permesinan (OSP) Politeknik ATI Makassar. Keduanya mengikuti kompetisi secara daring pada kategori Machines, Equipment & Manufacturing Processes.

Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi bagian dari kedua inovasi tersebut. RESCUE-SYNC AI berfokus pada sistem keselamatan dalam kondisi darurat bangunan, sedangkan UNIT SENSE AI dikembangkan untuk pemeliharaan prediktif pompa dan infrastruktur utilitas.

Prestasi serupa datang dari SMK-SMTI Pontianak. Tiga siswanya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Tiongkok.

Elbert Henrilsen memperoleh GXU Top Discipline Scholarship untuk mengambil program Mechanical Design, Manufacturing and Its Automation di Guangxi University. Rizal Firany mendapatkan Guangxi Government Scholarship untuk jurusan Equipment Intelligence Technology di Liuzhou Polytechnic University (LZPU).

Sementara itu, Yuga Arkadiva meraih Taohuayuan Scholarship untuk melanjutkan program Chinese Language di Changde Vocational Technical College (CVTC).

Di dalam negeri, SMK-SMAK Bogor juga mencatat capaian akademik dengan menempati peringkat pertama SMK Negeri di Jawa Barat berdasarkan nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu gambaran hasil pengembangan pendidikan vokasi yang diarahkan pada kebutuhan industri.

Menurut Agus, kebutuhan industri tidak hanya menuntut tenaga kerja dengan kemampuan teknis, tetapi juga SDM yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan beradaptasi terhadap perubahan.

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal, tetapi juga harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul, yaitu SDM yang menguasai teknologi, memahami proses industri, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat,” kata Agus dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) saat ini mengelola pendidikan vokasi melalui 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK.

Pendidikan tersebut menggunakan pendekatan yang menggabungkan pembelajaran di kampus atau sekolah dengan praktik di industri melalui dual system. Pola ini dirancang agar kompetensi yang diperoleh peserta didik tetap berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.

Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan capaian mahasiswa dan siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang untuk berkompetisi di tingkat internasional.

“Politeknik, akademi komunitas, maupun SMK di bawah naungan Kementerian Perindustrian telah meraih berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan. Hal tersebut menunjukkan jiwa kompetitif dan kualitas anak didik yang suatu saat akan turut menggerakkan roda industri manufaktur,” ujar Adie.

Baca Juga: Kemenperin Dorong Kawasan Industri di Daerah Segera Kantongi IUKI

Baca Juga: Mobil China Sudah Banjiri Pasar, DPR Tantang Kemenperin Bangun Mobil Listrik Nasional

Baca Juga: Food Tray MBG Wajib SNI, Kemenperin Mulai Kawal Sertifikasi Industri

Menurut Adie, capaian di bidang inovasi, pendidikan internasional, dan akademik tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi unit pendidikan Kemenperin untuk terus menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Pencapaian unit-unit pendidikan vokasi industri Kemenperin harus dijadikan momentum untuk membangkitkan inspirasi baru, melahirkan karya-karya yang cemerlang dan bermanfaat bagi industri nasional,” pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan